Liputan6

Liputan6.com, Jakarta – Elon Musk akhirnya setuju untuk mundur dari jabatan chairman Tesla setelah membayar denda sebesar US$ 200 juta (setara Rp 2,9 triliun) yang diwajibkan oleh Security and Exchange Commission (SEC).

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari The New York Times, Minggu (30/9/2018), pihak SEC mengumumkan kesepakatan itu dua hari menguggat Musk di pengadilan federal terkait dengan cuitan misleading Musk di Twitter yang membuat para investor kebingungan.

Dalam cuitannya, miliarder itu menyebut telah mengamankan dana untuk membeli perusahaan mobil listrik tersebut dengan harga US$ 420 per lembar saham.

Meski mundur dari jabatannya sebagai chairman, SEC mengizinkan Musk untuk tetap menjadi CEO perusahaan. Selain itu, Musk juga masih menjabat sebagai anggota dewan direktur Tesla.

Sejauh ini masih belum jelas kenapa Musk mau mengubah keputusannya dengan cepat. Padahal, mulanya Elon Musk menyebut SEC tidak adil.

“Saya selalu mengambil keputusan demi kepentingan kebenaran, transparansi, dan investor. Integritas adalah nilai paling penting dalam hidup saya dan saya tidak pernah mengkompromikan ini dengan cara apapun,” kata Elon Musk sebelum setuju dengan SEC.

Namun menurut sejumlah orang dalam, pengacara Musk dan perusahaan berusaha untuk berbicara kembali untuk menemukan kesepakatan dengan SEC Jumat lalu. 

Cuitan Musk tentang membuat Tesla sebagai perusahaan pribadi mendapatkan kritik dari banyak pihak, termasuk investor.

Apalagi, Tesla tengah berjuang mati-matian untuk memenuhi target produksi mobil Tesla Model 3-nya.

Elon Musk sendiri dikenal sebagai ‘mesin’ di balik berjalannya Tesla. Dia juga membantu perusahaan jadi salah satu pembesut mobil paling bernilai di Amerika Serikat (AS).

Namun, Tesla terus menghadapi krisis dalam beberapa tahun terakhir, ditambah lagi cuitan Musk tersebut.

Harga saham perusahaan pun turun drastis setelah gugatan dilayangkan SEC. Pada Jumat lalu, nilai sahamnya turun hampir 14 persen. Tesla juga menolak berkomentar atas masalah ini.

No more articles