Banjarmasin Post

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Panitera Muda Hukum Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Selatan, Muryani menjelaskan rata-rata pihak yang memilih bercerai masih berada dalam usia produktif.

Berdasarkan data PTA Kalsel, pada 2017 jumlah 326 laporan cerai gugat yang masuk di Pengadilan Agama Kota Banjarbaru yang merupakan kota tertinggi kasus cerai.

“Kalau cerai talak, hanya 125 laporan saja,” ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (07/10/2018).

Tambah kepala seksi pelayanan PSA Budi Mulia, Sacik Kartiko Wati anak menjadi terlantar karena orangtua bercerai sangat disayangkan.

Suasana di Panti Sosial Anak Budi Mulia Mulia Provinsi Kalsel di Jalan A Yani Kilometer 27. (milna sari)

Seharusnya sebutnya orangtua bisa merawat anak meskipun dalam keadaan berpisah.

Meski begitu biasanya perceraian yang membuat anak terlantar adalah perceraian yang suami istrinya adalah kalangan tidak mampu.

(Banjarmasinpost.co.id/milna)

No more articles