Banjarmasin Post

BANJARMASIN POST.CO.ID, KANDANGAN – Desa Batu Bini di Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memiliki cerita rakyat yang masih dikenang oleh masyarakat setempat dari turun temurun.

Sebelum bernama Desa Batu Bini, Desa ini lebih dikenal dengan sebutan pagat batu dengan cerita rakyat yang masih menjadi cerita dari generasi ke generasi.

Sekretaris Desa Batu Bini M Ridhani mengatakan bahwa cerita rakyat itu masih banyak diketahui oleh masyarakat di Desa Batu Bini.

“Ceritanya mirip dengan kisah maling kundang. Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang mengetahui cerita rakyat itu,” katanya, kemarin.

Legenda ini menceritakan tentang Diang Ingsun dan Angui anaknya. Ceritanya mirip seperti Malin Kundang menceritakan anak yang durhaka kepada orangtuanya.

Masyarakat di sana percaya bahwa gunung batu bini dan batu laki merupakan kapal Angui dan istrinya yang berubah menjadi batu karena dikutuk oleh Diang Insun ibu dari Angui.

Kapal Angui terbagi jadi dua sehingga membentuk gunung yakni batu bini dan batu laki. Kedua batu ini terpisah oleh sungai yang mengalir yang dikenal dengan sungai amandit. (banjarmasinpost.co.id/aprianto)

No more articles