oleh

Bukan 7000 Tapi Kalsel Hanya Mendapatkan 2400 Rapid Test Saja

-Banjarmasin

Banjarmasinnews.com – Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kalsel, M Muslim mengklarifikasi tentang pemberitaan yang mengatakan bahwa Kalimantan Selatan menerima 7.000 alat rapid test. Menurutnya hal  tersebut tidak benar.

“Rapid test yang kita terima di kalsel 2.400. Oleh karena itu, tidak benar kalau dikatakan lebih dari itu,” katanya.

Dari 2.400 rapid test tersebut, 1.100 diantaranya sudah didistribusikan ke rumah sakit yang ada di 13 kabupaten/kota di kalsel.

“Termasuk ke lima rumah sakit rujukan Covid-19 di Kalsel,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, dari 1.100 rapid test yang sudah didistribusikan itu, sebanyak 256 sudah digunakan.

Dari 256 tadi, 255 hasilnya non reaktif atau negatif. hanya satu yang reaktif sekitar 0,39 persen,” sambung Muslim.

Pemanfaatan rapid test sendiri menurutnya dalam rangka upaya pemerintah melakukan tindakan cepat dalam menangani pandemi virus corona

Menurut Muslim ada beberapa kriteria yang diperiksa melakukan rapid test. Di antaranya, orang dalam pemantauan (ODP) yang memiliki gejala klinis, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) dan para petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *