BANJARBARU – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ketambahan dua guru besar atau profesor lagi pada awal 2020.

Pertama Prof Dr H Muhammad Zaini MPd dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Prof Dr H Budi Suryadi MSi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip).

Keduanya, dikukuhkan pada Kamis (12/3/2020) di Aula Rektorat ULM Banjarmasin, Kalimantan Selatan oleh
Rektor ULM Prof Dr H Sutarto.

Dua guru besar itu masing-masingnya memaparkan orasi ilmiahnya.

Jika Prof Zaini yang menjadi guru besar pertama di Program Studi Pendidikan Biologi berjudul “Pembelajaran Biologi Berbasis Penelitian (Sebuah Inovasi Dalam Mengisi Pembelajaran Biologi Abad Ke-21)”.

Sedangkan Prof Budi Suryadi yang menjadi guru besar pertama di Prodi Sosiologi membawakan orasi ilmiah berjudul “Mitos Politik Palui Dalam Pilkada Kalsel”.

Rektor ULM Prof Dr H Sutarto Hadi, bersyukur bahwa ULM kini menambah guru besar. Dimana kini memiliki sebanyak 50 guru besar setelah ada penambahan dua profesor baru.

“Alhamdulilah progress penambahan guru besar berjalan sangat baik dan kini masih banyak yang tengah dalam proses usulan di Kementerian untuk mendapatkan guru besar,” kata Rektor ULM Prof Dr H Sutarto Hadi.

Sutarto menjelaskan bawa, saat ini ada 14 dosen bergelar Doktor (S3) yang sudah proses pengusulan guru besar.

Sehingga diharapkan tidak lama lagi dakan terbit Surat Keputusan (SK) guru besar yang bersangkutan.

“Paling tidak target sang rektor satu program studi minimal terdapat satu besar dapat terwujud segera.
Target kami dalam tiga tahun kedepan sudah mendekati angka 100 guru besar. Sehingga dapat mengisi 104 prodi yang ada di ULM,” urai rektor.

Guru besar matematika itu mengatakan komitmennya bahwa untuk mendorong percepatan publikasi di jurnal internasional.

Dimana Sutarto mengaku siap untuk berikan kepada dosen yang masuk di jurnail internasional, tentunya insetif itu sesuai kemampuan pihak universitas.

“Ya kami komitmen, Dimana keberadaan seorang profesor sangat penting dan strategis agar memperkuat sumber daya manusia di sebuah perguruan tinggi seperti ULM yang sudah akreditasi A,” jelas Sutarto. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Sumber Banjarmasin Post

Komentar Anda