BANJARBARU – Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (GTPPP) Covid-19 Kalsel, Wahyuddin, memberikan gambaran penerapan jam malam yang dikaji untuk diterapkan di Banjarmasin.

“Mengenai jam malam di Banjarmasin, tidak lain adalah bagaimana agar masayarakat menjaga jarak minimal 1,5 meter sehingga kalau mereka aca kumpul jaga jarak aman saja. Tapi bila bergerombol dan banyak orang itu akan dimotor daan diberi teguran oleh keamanan dan bisa dibubarkan,” kata Wahyuddin, Rabu (25/3/2020).

Selain itu, Wahyuddin juga memberikan gambaran pos cegah tangkal di penanganan perbatasan.

“Sudah kami mantapkan lagi koordinasinya, terutama dari perbatasan kalteng dan di Anjir sudah aktif ,mulai besok melakukan cegah tangkal di lokasi yang sudah diputuskan kemrain lima titik,” kata Wahyuddin.

Secara umum, Wahyuddin menjelaskan, ada dua titik pos cegah tangkal antarprovinsi dan dua titik lainnya untuk antarkabupaten.

“Kabupaten Baritokuala dan Kabupaten Kotabaru masih merumuskan untuk menetapkan titik-titik untuk pos cegah tangkal. Nantinya, akan ada 5 titik yang dicanangkan tim gugus tugas setempat. Rencananya hari ini atau besok sudah akan ditempati pos-pos itu.

Ujud memaparkam, di antara posko cegah tangkal yang akan didirikan di Kabupaten Baritokuala yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalteng, yaitu di kawasan Anjir untuk jalur darat, kawasan Tabukan untuk penyeberangan feri dan Pelabuhan Marabahan.

“Tim ini akan bergerak satu atau dua hari berikutnya, karena hari ini masih merumuskan titik-titik tadi,” kata Ujud sapaanya. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Sumber Banjarmasin Post

Komentar Anda