BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengecam deklarator Erick Thohir dan Bahlil Lahadalia sebagai pasangan Capres-Cawapres 2024-2029, yang dinilai sebagai tindakan provokasi.

Hipmi Kalsel menilai, deklarasi tersebut tidak etis dan bertujuan merusak nama baik kedua menteri Alumni Hipmi tersebut.

“Keluarga Besar Hipmi meminta kepada pihak yang dalam beberapa hari ini telah mengganggu konsentrasi bangsa untuk menghentikan tindakannya dan meminta maaf ke masyarakat,” ujar PLT Ketua Umum BPD Hipmi Kalsel, H Hamdillah melalui siaran pers kepada Banjarmasinpost.co.id.

Hamdillah mengatakan tindakan tersebut dapet meyulut emosi kader hipmi dan sangat tidak etis disaat kedua Menteri tengah bekerja keras untuk Indonesia.

Ketum BPP HIPMI Mardani H Maming mengatakan, hal ini adalah upaya kampanye negatif, di tengah keseriusan dan kerja keras Erick Tohir dan Bahlil saat ini.

“Mungkin ada pihak yang tidak mendukung upaya bersih-bersih dan juga perbaikan layanan investasi Indonesia, tapi sudahlah, mari kita satukan tangan, memajukan bangsa Indonesia dan menghalau corona beserra dampak yang ditimbulkannya,” kata Maming.

Maming mengingatkan agar semua pihak menahan syahwat politiknya. Sebab pesta politik nasional masih sangat jauh. Semua pihak sebaiknya membantu pemerintah yang tengah berkonsentrasi memperbaiki kondisi perekonomian.

“Pemilihan Presiden masih jauh, jangan ganggu konsentrasi kedua senior kami, dan mari kita tinggalkan politik yang saling menjatuhkan. Hipmi akan selalu berada di garda terdepan, mengawal ekonomi Indonesia,” tukasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Sumber Banjarmasin Post

Komentar Anda