BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Penyebaran virus corona yang semakin merebak di Indonesia membuat Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim khawatir.

Ramli menilai pemerintah perlu mencermati dan mengambil langkah cepat terkait penyebaran wabah Covid-19.  Bukan sekadar pelaksanaan ujian nasional (UN)-nya tapi juga intensitas tinggi pertemuan siswa dan guru serta instruktur atau tutor dengan para pelajar ini menjelang UN.

“UNBK SMK memang tak lama lagi tapi setelahnya akan disusul SMA dan SMP. Daripada menanggung risiko penyakit dan kematian, lebih baik UN ditunda dan jika perlu dihapuskan, toh tahun 2021 UN tak lagi dilaksanakan,” kata Ramli, Sabtu (14/3).

Ia berpendapat, tak layak anak-anak bangsa ini dikorbankan untuk sesuatu yang tahun depannya juga sudah akan dihapuskan. Artinya, pemerintahan pun menganggap UN itu tak banyak bermanfaat.

Sebagai informasi, Ikatan Guru Indonesia (IGI) melakukan survei kecil terkait Ujian Nasional dan kekhawatiran Covid-19 dan hasilnya 63% responden setuju, 31% meminta tetap dilaksanakan dan sisanya tak mempersoalkan ditunda atau dilanjutkan.

Survey yang melibatkan 210 guru dari seluruh provinsi di Indonesia ini dilaksanakan sebelum DKI Jakarta memutuskan meliburkan sekolah dan menunda Ujian Nasional 2020.

Tersebar di 8 Provinsi

Juru bicara penanganan corona Achmad Yurianto mengatakan, kasus virus corona ( Covid-19) tersebar di delapan provinsi di Indonesia.

Yuri mengatakan, delapan wilayah itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Banten.

“Kita lihat sebarannya sekarang melebar ke Jakarta DKI, Jawa Barat di sekitar DKI termasuk di Bandung, kemudian Tangerang, Jawa tengah sudah kita dapatkan kasusnya di Solo dan Jogja, di Bali, di Manado, Pontianak,” kata Yuri di Gedung BNPB di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2020).

Sumber Banjarmasin Post

Komentar Anda