Contoh Teks Deskripsi

Contoh Teks Deskripsi: Struktur, Ciri, dan 8 Contoh

Pernah diminta menulis deskripsi untuk tugas Bahasa Indonesia, lalu bingung harus mulai dari mana? Atau Anda sudah menulis, tetapi ragu apakah bagian identifikasi dan deskripsi bagiannya sudah tepat? Di sini Anda akan menemukan contoh teks deskripsi yang ringkas, mudah diikuti, dan bisa langsung dipakai sebagai acuan. Tidak sekadar contoh, setiap teks juga dibedah strukturnya supaya Anda tahu letak “gambaran umum” dan “rincian” yang membuat deskripsi terasa hidup.

TL;DR: Contoh teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan objek secara jelas dan terperinci. Struktur yang paling umum dipakai adalah identifikasi atau gambaran umum, deskripsi bagian, lalu simpulan atau kesan (opsional). Artikel ini memberi 8 contoh teks deskripsi singkat dari tema sehari-hari, lengkap dengan bedah struktur agar Anda bisa meniru polanya dengan cepat.

Apa Itu Teks Deskripsi?

Secara sederhana, deskripsi berarti pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Definisi ini sejalan dengan rujukan bahasa baku di KBBI. Dari situ, teks deskripsi dapat dipahami sebagai tulisan yang “membuat pembaca seolah melihat” objek yang Anda gambarkan, karena detailnya konkret dan fokus pada satu objek, tempat, atau suasana.

Kunci teks deskripsi bukan pada cerita yang panjang, melainkan pada ketepatan memilih detail. Anda tidak perlu memasukkan kronologi seperti teks narasi. Anda cukup menyodorkan apa yang tampak, terdengar, tercium, terasa, atau terbayang, lalu merangkainya dalam kalimat yang rapi.

Struktur Teks Deskripsi yang Paling Sering Dipakai

Dalam konteks pembelajaran sekolah, struktur yang sering dipakai adalah:

  1. Identifikasi atau gambaran umum
  2. Deskripsi bagian
  3. Simpulan atau kesan (opsional)

Rujukan struktur ini konsisten dengan materi pembelajaran yang menjelaskan cara menentukan bagian identifikasi dan deskripsi bagian pada teks deskripsi, seperti yang dibahas dalam Modul PJJ Bahasa Indonesia dari Kemendikdasmen. Banyak sumber juga menempatkan judul sebagai elemen pelengkap, tetapi inti strukturnya tetap sama: pembuka mengenalkan objek, bagian tengah merinci, penutup memberi kesan.

Agar lebih cepat, gunakan tabel cek berikut.

BagianIsinyaCiri cepat
IdentifikasiPengenalan objek: nama, lokasi, gambaran umumBiasanya 1 paragraf pembuka, masih “besar”
Deskripsi bagianRincian fisik, suasana, bagian-bagian, ciri khususBanyak detail pancaindra, lebih spesifik
Simpulan atau kesanKalimat penutup berisi rangkuman atau kesan penulisSingkat, 1 sampai 2 kalimat

Ciri-Ciri Teks Deskripsi

Jika Anda sedang mengerjakan soal atau menilai apakah sebuah teks sudah termasuk teks deskripsi, ciri-ciri ini paling sering muncul:

  • Objeknya spesifik, bukan terlalu umum. “Warung bakso di dekat gang” lebih jelas dibanding “tempat makan”.
  • Detailnya konkret dan terasa dekat, seolah pembaca ikut berada di situ.
  • Banyak memakai kata sifat dan keterangan untuk menjelaskan keadaan objek.
  • Fokus pada satu objek atau satu tempat, tidak melebar ke banyak hal.
  • Bisa memuat kesan penulis, tetapi tidak berubah jadi opini panjang.

Dengan ciri ini, Anda bisa cepat membedakan teks deskripsi dari teks eksposisi atau narasi.

Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi

Supaya contoh teks deskripsi Anda terdengar “hidup” dan tidak datar, kaidah kebahasaannya biasanya seperti ini:

  1. Kata benda spesifik: meja kayu, lorong sempit, wangi melati
  2. Kata sifat: hangat, lembap, kusam, mengilap
  3. Kata kerja aksi yang relevan: mengepul, berderit, menetes, merambat
  4. Kata keterangan tempat atau cara: di sudut kelas, di dekat jendela, perlahan
  5. Kalimat perincian: satu kalimat diikuti rincian kecil yang membuat gambar makin jelas
  6. Gaya bahasa secukupnya: jangan berlebihan, cukup untuk menegaskan kesan

Prinsipnya sederhana: pilih kata yang menunjukkan, bukan sekadar menyebut. Bukan “pasarnya ramai”, tetapi “suara tawar-menawar saling susul, bercampur bunyi plastik kresek”.

Jenis Teks Deskripsi

Anda akan sering bertemu tiga jenis ini:

  • Deskripsi spasial: menonjolkan ruang dan tata letak. Pembaca seperti diajak berjalan memindai tempat.
  • Deskripsi objektif: menggambarkan apa adanya, minim perasaan penulis.
  • Deskripsi subjektif: tetap menggambarkan objek, tetapi menyelipkan kesan penulis secara wajar.

Dalam praktiknya, teks deskripsi untuk tugas sekolah sering memadukan objektif dan sedikit subjektif, terutama di bagian penutup.

8 Contoh Teks Deskripsi Singkat Berbagai Tema dan Bedah Strukturnya

Di bawah ini ada 8 contoh teks deskripsi yang singkat. Setiap contoh diikuti bedah struktur agar Anda bisa meniru polanya.

1) Contoh teks deskripsi tentang sekolah

Pagi di sekolah selalu dimulai dengan suara gerbang besi yang digeser pelan. Halaman depan terlihat bersih, dengan garis lapangan yang memudar karena sering terkena hujan. Di sisi kanan, deretan pot tanaman berjajar rapi, daun-daunnya masih basah. Dari ruang guru, aroma kopi tipis keluar bersamaan dengan sapaan singkat para guru.

Bedah struktur:

  • Identifikasi: sekolah pada pagi hari, suasana awal masuk.
  • Deskripsi bagian: gerbang, halaman, garis lapangan, pot tanaman, aroma dari ruang guru.
  • Kesan: suasana hangat dan akrab, terasa rutinitas.

2) Contoh teks deskripsi tentang perpustakaan sekolah

Perpustakaan sekolah berada di ujung koridor yang paling tenang. Begitu pintu dibuka, udara terasa lebih sejuk, seperti disaring oleh tumpukan buku. Rak-rak kayu berdiri rapat, labelnya ditempel dengan huruf besar. Di meja tengah, beberapa buku pelajaran terbuka, kertasnya agak menguning dan berbau khas. Hanya terdengar kipas angin berputar pelan.

Bedah struktur:

  • Identifikasi: perpustakaan di ujung koridor, tempat yang tenang.
  • Deskripsi bagian: suhu ruangan, rak kayu, label, buku menguning, bunyi kipas.
  • Kesan: suasana hening, nyaman untuk fokus.

3) Contoh teks deskripsi tentang pasar tradisional pagi hari

Pasar tradisional pagi hari seperti panci besar yang mendidih. Di pintu masuk, bau bawang, cabai, dan ikan asin bercampur jadi satu. Para pedagang memanggil pembeli dengan suara tinggi, seolah berlomba didengar. Lantai sedikit lembap, membuat langkah terasa hati-hati. Di antara keramaian itu, warna sayur segar terlihat mencolok, hijau, merah, dan oranye.

Bedah struktur:

  • Identifikasi: pasar tradisional pada pagi hari, suasana ramai.
  • Deskripsi bagian: aroma campur, suara pedagang, lantai lembap, warna sayur.
  • Kesan: hidup dan padat, tetapi penuh energi.

4) Contoh teks deskripsi tentang perjalanan KRL saat jam sibuk

Di peron, orang-orang berdiri rapat sambil menatap layar jadwal. Ketika KRL datang, suara rem terdengar panjang, lalu pintu terbuka dengan bunyi pendek. Udara di dalam gerbong terasa campur aduk, ada wangi parfum, ada juga bau matahari dari baju yang lembap. Pegangan tangan bergoyang pelan mengikuti laju kereta. Setelah macet Jakarta yang menguras waktu, gerbong ini seperti lorong cepat yang tetap melelahkan.

Bedah struktur:

  • Identifikasi: suasana peron dan KRL saat jam sibuk.
  • Deskripsi bagian: bunyi rem, pintu, udara gerbong, pegangan tangan, gerak kereta.
  • Kesan: praktis, tetapi tetap menguras tenaga.

5) Contoh teks deskripsi tentang makanan seblak

Semangkuk seblak panas mengepul begitu diletakkan di meja. Kuahnya merah keruh, terlihat minyak cabai tipis mengambang di permukaan. Kerupuk yang tadinya keras berubah kenyal, menggigitnya terasa empuk sekaligus liat. Aroma bawang dan kencur menyergap lebih dulu, lalu pedasnya datang belakangan, perlahan tapi tegas. Di tengahnya ada potongan sosis dan sayur yang menambah warna.

Bedah struktur:

  • Identifikasi: seblak panas di atas meja.
  • Deskripsi bagian: kuah, tekstur kerupuk, aroma kencur, rasa pedas, isian.
  • Kesan: kuat di sensasi dan aroma, membuat ingin menyesap lagi.

6) Contoh teks deskripsi tentang guru favorit

Guru favorit di kelas tidak pernah berbicara terlalu keras, tetapi suaranya selalu terdengar jelas. Kacamata tipis bertengger di hidungnya, dan ia sering mengangkat alis saat mendengar jawaban yang menarik. Di papan tulis, tulisannya rapi, jarak antar kata teratur. Cara menjelaskannya tenang, seperti menyusun tangga satu demi satu, sehingga pelajaran yang rumit terasa masuk akal.

Bedah struktur:

  • Identifikasi: guru favorit di kelas.
  • Deskripsi bagian: suara, kacamata, ekspresi, tulisan di papan, cara menjelaskan.
  • Kesan: menenangkan dan membuat pelajaran mudah dipahami.

7) Contoh teks deskripsi tentang pantai saat sore

Sore di pantai membuat langit seperti kain yang diwarnai pelan-pelan. Ombak datang bergulung, suaranya berulang dan menenangkan. Pasir menempel di telapak kaki, butirnya halus dan hangat. Di kejauhan, garis air terlihat berkilau terkena cahaya miring. Angin membawa bau garam yang tipis, seperti mengingatkan bahwa laut selalu bergerak.

Bedah struktur:

  • Identifikasi: pantai pada sore hari.
  • Deskripsi bagian: warna langit, suara ombak, pasir, kilau air, angin dan bau garam.
  • Kesan: tenang dan reflektif.

8) Contoh teks deskripsi tentang kucing peliharaan

Kucing peliharaan di rumah sering tidur melingkar di atas keset dekat jendela. Bulunya abu-abu dengan garis samar, terasa halus saat disentuh. Saat bangun, ia menguap lebar, lalu merentangkan kaki depan seperti baru selesai olahraga kecil. Matanya kuning bening, menatap tajam ketika mendengar bunyi bungkus makanan. Kalau Anda lewat, ekornya bergerak pelan, seolah menyapa tanpa suara.

Bedah struktur:

  • Identifikasi: kucing peliharaan di rumah, kebiasaan tidur.
  • Deskripsi bagian: bulu, gerak saat bangun, mata, respons terhadap suara.
  • Kesan: akrab dan ekspresif, walau tidak banyak suara.

Jika Anda ingin menulis contoh teks deskripsi versi Anda sendiri, salin salah satu pola di atas lalu ganti objeknya dengan hal yang benar-benar Anda lihat sehari-hari, misalnya warung dekat rumah atau suasana halte saat pagi.

Cara Cepat Menulis Teks Deskripsi dalam Waktu Singkat

Agar tidak berputar-putar, Anda bisa memakai langkah sederhana ini:

  1. Tentukan satu objek spesifik, bukan tema luas.
  2. Catat 5 detail pancaindra: apa yang terlihat, terdengar, tercium, terasa, atau terbayang.
  3. Pilih 3 detail paling kuat, yang paling mudah dibayangkan orang lain.
  4. Tulis identifikasi 1 paragraf: kenalkan objek dan suasana umumnya.
  5. Tulis deskripsi bagian 1 sampai 2 paragraf: rincian fisik, suasana, bagian-bagian.
  6. Tutup dengan 1 kalimat kesan, bila dibutuhkan.
  7. Periksa kata sifat, keterangan tempat, dan ejaan.

Langkah ini membuat contoh teks deskripsi Anda tetap fokus dan tidak berubah jadi cerita.

Kesalahan yang Sering Membuat Teks Deskripsi Terasa Lemah

Beberapa kesalahan ini sering muncul:

  • Objek terlalu umum, sehingga detailnya kabur.
  • Terlalu banyak opini di awal, padahal pembaca butuh gambaran.
  • Rincian tidak konsisten, misalnya pindah-pindah objek dalam satu paragraf.
  • Kalimat berputar, minim kata konkret.
  • Teks berubah jadi narasi kronologis: “lalu, kemudian, setelah itu” terlalu dominan.

Salah satu cara memperbaikinya adalah kembali ke struktur. Pastikan identifikasi mengenalkan objek, lalu deskripsi bagian memaparkan detail yang bisa diverifikasi lewat pengamatan.

Mengapa Latihan Deskripsi Penting untuk Literasi

Latihan menulis dan membaca deskripsi melatih Anda memilih informasi yang relevan, membedakan fakta pengamatan dari opini, dan menyusun kalimat yang jelas. Ini nyambung dengan literasi membaca secara umum. Sebagai gambaran, publikasi Badan Bahasa yang merujuk OECD mencatat skor rata-rata kemampuan membaca siswa Indonesia pada PISA 2022 adalah 359 poin, sehingga penguatan literasi tetap jadi pekerjaan rumah bersama, termasuk lewat latihan teks seperti ini. Rujukannya bisa Anda baca pada risalah Badan Bahasa tentang literasi dan PISA 2022.

Bagian ini bukan untuk menakut-nakuti. Tujuannya sederhana: menulis contoh teks deskripsi yang rapi membantu Anda membiasakan kalimat yang jelas, detail yang relevan, dan struktur yang tertib.

Baca Juga : Cara Live di TikTok: Syarat, Langkah, dan Solusi Terbaru

FAQ

1) Apa yang dimaksud teks deskripsi?

Teks deskripsi adalah tulisan yang menggambarkan objek secara jelas dan terperinci, sehingga pembaca seolah melihat atau merasakan objek yang dideskripsikan. Deskripsi sendiri berarti pemaparan yang jelas dan rinci. Fokusnya bukan bercerita kronologis, melainkan menampilkan detail yang konkret dan terarah pada satu objek.

2) Sebutkan struktur teks deskripsi!

Struktur yang paling umum adalah identifikasi atau gambaran umum, deskripsi bagian, lalu simpulan atau kesan (opsional). Identifikasi mengenalkan objek secara singkat, deskripsi bagian memuat rincian pancaindra dan ciri khusus, sedangkan simpulan menutup dengan ringkasan atau kesan penulis tanpa panjang.

3) Apa itu identifikasi dalam teks deskripsi?

Identifikasi adalah bagian pembuka yang memperkenalkan objek yang akan dideskripsikan. Biasanya berisi nama objek, lokasi, atau gambaran umum suasana. Di bagian ini, pembaca diberi “peta besar” terlebih dulu sebelum masuk ke rincian pada deskripsi bagian. Identifikasi umumnya singkat, satu paragraf saja.

4) Apa saja kaidah kebahasaan teks deskripsi?

Kaidah kebahasaan teks deskripsi biasanya mencakup kata benda spesifik, kata sifat, kata kerja aksi yang relevan, dan keterangan tempat atau cara. Kalimat perincian juga sering dipakai agar gambaran makin jelas. Gaya bahasa boleh digunakan secukupnya, tetapi tetap mengutamakan detail yang konkret dan dapat dibayangkan.

5) Apa perbedaan deskripsi objektif dan subjektif?

Deskripsi objektif menggambarkan objek apa adanya, menekankan fakta pengamatan dan detail yang bisa dicek. Deskripsi subjektif tetap menggambarkan objek, tetapi menyelipkan kesan penulis, misalnya “terasa hangat” atau “membuat tenang”. Keduanya sah, selama tetap fokus pada detail dan tidak berubah jadi opini panjang.

6) Berapa paragraf ideal untuk teks deskripsi tugas sekolah?

Umumnya 2 sampai 4 paragraf sudah cukup. Satu paragraf untuk identifikasi, satu sampai dua paragraf untuk deskripsi bagian, lalu satu kalimat atau satu paragraf pendek untuk simpulan atau kesan bila diminta. Namun, ikuti instruksi guru atau soal, karena beberapa tugas meminta panjang tertentu.

7) Bagaimana cara cepat membuat teks deskripsi dari tempat yang Anda kunjungi?

Mulailah dari satu objek utama, lalu catat detail pancaindra yang paling menonjol. Susun identifikasi singkat untuk mengenalkan tempat, lanjutkan dengan deskripsi bagian yang merinci 3 sampai 5 detail kuat, lalu tutup dengan kesan satu kalimat. Hindari kronologi panjang, fokus pada gambaran yang bisa dibayangkan.