Beranda Banjarbaru Polisi menangkap seorang gangster yang dibunuh oleh korban setelah pesta Miras

Polisi menangkap seorang gangster yang dibunuh oleh korban setelah pesta Miras

10
0
Banjarbaru, (Antara) – Polisi Resor Banjarbaru, Kalimantan Selatan, telah menangkap dua dari lima penyerbu yang membunuh korban setelah campuran alkohol dan minuman energi.

Kepala Polisi Resor Banjarbaru AKBP Kelana Jaya di Banjarbaru, pada hari Kamis, mengatakan bahwa pihaknya masih memburu tiga teroris yang membunuh Basir.

"Dua aktor dari inisial dari AS dan DK ditangkap tak lama setelah insiden itu, sementara tiga SW lainnya, AL dan AN masih dalam proses pengejaran," katanya.

Menurut Kapolres didampingi oleh Polisi Waka Kompol Iwan, penyiksaan berat yang menewaskan korban dimulai pada hari pesta miras di daerah warung Raya Raya Banjarbaru pada Rabu (11/7) pagi.

Disebutkan, minuman keras yang dikonsumsi oleh korban bersama dengan lima pelaku adalah campuran alkohol 90 persen dan minuman berenergi merek tertentu.

"Ketika mengkonsumsi minuman pemboman, ada pertengkaran antara korban dengan tersangka AS kemudian korban pergi tetapi dikejar AS dan AN yang terus mengeroyok," kata kepala polisi.

Selanjutnya, tersangka SW alias Mahing datang dan berpartisipasi dalam serangan menggunakan senjata tajam yang merupakan pisau dan menembus tubuh korban sebanyak lima kali.

Korban, yang menerima banyak luka tusukan, pingsan karena darah dan mati di tempat kejadian dan lima rekannya yang lain melarikan diri.

Tak lama setelah kejadian itu, personil Polisi Banjarbaru tiba di tempat kejadian dan kemudian menangkap seorang tersangka AS yang tidak jauh dari lokasi diikuti dengan penangkapan tersangka DK.

"Tiga tersangka lainnya masih buron dan petugas mengejar mereka dan kami menyerukan kepada tiga tersangka untuk menyerah ke kantor polisi atau dijemput oleh petugas," pesan

Dikatakan, motif penganiayaan berat hanya karena pelanggaran salah satu tersangka karena pengaruh minuman beralkohol sehingga orang didorong untuk tidak mengkonsumsinya.

"Motifnya adalah karena tersinggung oleh efek minuman beralkohol yang orang tidak konsumsi dan lapor ke polisi jika ada yang mengambilnya," katanya. *** 2 ***

sumber : AntaraNews Kalsel