Beranda Kesehatan Belajar dari Kisah Anak Marcella yang Mengidap Kanker Otak, Gejala Seperti Flu...

Belajar dari Kisah Anak Marcella yang Mengidap Kanker Otak, Gejala Seperti Flu Biasa

27
0

Belajar dari Kisah Anak-Anak Marcella tentang Kanker Otak yang Tidak Matang, Gejala Seperti Flu Biasa

Banjarmasinnews.com – PUTRA Marcella menjadi pembicara netizen. Pasalnya, bocah berusia 5 tahun ini tetap mengidap tumor otak.

Kondisi Sastra Aryton Magali Soeprapto telah membaik setelah diberi perawatan dan operasi. Namun, sekarang bocah yang biasa memainkan Magali ini harus mendapatkan perawatan lagi.

Tetapi tampaknya perawatan harus terus dilakukan. Ini diketahui dari foto Marcella di pesawat yang menemani Aryton dalam keadaan tidak sadar. Dikutip dari Grid melalui Liputan6.com, Aryton terdeteksi memiliki tumor otak pada November 2014.

Tumor didiagnosis dengan jenis Plexus Papilloma Choroid. Tumor ini ada di otak dan membuat berat badan Aryton turun drastis. Rupanya, menurut Marcella gejala penyakit serosa di tubuh Aryton, sangat jelas pada 3 bulan sebelum terdeteksi.

"Selain rewel, berat badan Magali menurun drastis. Punya pengobatan, tetapi dokter hanya mendiagnosa anak yang terkena flu, penyakit umum dialami anak-anak seusianya. Tapi, obat flu tidak membuat Magali pulih, "kata Marcella.

Ternyata setelah pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa Aryton memiliki tumor di otak. Adanya tumor di otak seorang anak baru dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik oleh ahli saraf serta CT scan atau MRI.

Seperti yang dikatakan Marcella, gejala awal tumor otak seperti flu biasa. Bahkan dokter juga mengira putranya baru saja terserang flu. Namun sebenarnya ada gejala khas pada penderita tumor otak.

Gejala-gejala ini, seperti dikutip dari Alo Doctor, sakit kepala yang parah dan terus-menerus, terutama ketika membungkuk atau batuk. Terkadang juga disertai dengan kejang, mudah mengantuk, halusinasi, gangguan pendengaran atau penglihatan, kesulitan berbicara dan gangguan gerakan tangan dan kaki.

Jika bayi sering mengeluh sakit kepala parah, disertai kejang, harus segera melakukan pemeriksaan. Untuk pemeriksaan lebih detail, bisa langsung berkonsultasi dengan spesialis ahli saraf anak. (Dil)