Klarifikasi Resmi Dirut LPDP Terkait Video Viral Pernah Dikuasai Tarbiyah

3 bulan lalu 30

Seleksi beasiswa LPDP mengedepankan good governance, transparan, dan akuntabel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (Dirut LPDP), Andin Hadiyanto memberikan klarifikasi terkait beredarnya video dengan judul 'LPDP Bukan Lagi Buat Tarbiyah. Video tersebut viral di Twitter dan diunggah oleh akun Imam Masjid Islamic Center of New York, Shamsi Ali, @ShamsiAli2. LPDP, kata dia, tidak pernah membuat dan mengedarkan video dimaksud.

Andin menjelaskan, pelaksanaan seleksi beasiswaLPDP  sejak awal dilakukan dengan sistem dan tata kelola yang dapat dipertanggunjawabkan. "Sejak angkatan pertama hasil kelulusan seleksi beasiswa LPDP dan seterusnya, komposisi penerima beasiswa LPDP sangat beragam dari sisi suku, gender serta agama. Kelulusan atas proses seleksi beasiswa LPDP ditentukan oleh prestasi serta dipenuhinya persyaratan dan kriteria yang ditetapkan oleh LPDP," ujarnya kepada Republika di Jakarta, Sabtu (19/2/2022).

Dia menjelaskan, terkait isu LPDP 'pernah' dikuasai dan hanya mengutamakan golongan tertentu seperti dalam video tersebut adalah tidak benar. Dia menegaskan, proses seleksi juga melibatkan Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusmenjar Kemendikbud).

"Perlu diketahui bahwa seleksi juga dilakukan dengan menggunakan sistem penilaian potensi akademik yang diselenggarakan Pusmenjar Kemendikbud, dilanjutkan dengan wawancara yang melibatkan pewawancara dari akademisi di luar LPDP," ucap Andin.

Hasil penilaian seleksi, sambung dia, senantiasa dilakukan pemantauan oleh komite reviewer yang beranggotakan tokoh-tokoh pendidikan tingkat nasional. Menurut Andin, selama satu dekade memberi pelayanan, seleksi beasiswa LPDP dilaksanakan dengan mengedepankan good governance, transparan, akuntabel, dan melibatkan pihak independen.

"Keberpihakan kami melalui program afirmasi sangat jelas, yakni hanya untuk kelompok yang sangat perlu untuk didorong, yakni penyandang disabilitas, prasejahtera, dan masyarakat daerah-daerah afirmasi," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Lanjut Baca