Komplotan Maling Penutup Drainase Ditangkap, Antropolog ULM : Fenomena Penyimpangan Sosial!

4 bulan lalu 52

KOMPLOTAN pencuri fasilitas publik seperti penutup drainase di kawasan Jalan Kuin Utara, Jalan Simpang Anem dan Jalan Kuin Cerucuk dikabarkan telah berhasil dibekuk Polresta Banjarmasin.

INFORMASI ini diungkap  Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin melaporkan pencurian fasilitas publik ke Polresta Banjarmasin.

Ikhsan Budiman menyebut para pelaku sudah ditangkap polisi. Saat ini, pihak Polresta Banjarmasin tengah mengembangkan kasus itu untuk mengarah ke para penadah dan pihak terlibat lainnya pada Kamis (20/1/2022).

Setali tiga uang, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito mengatakan pihaknya telah meringkus komplotan pencuri penutup drainase. Menurut dia, ada tiga pelaku yang telah ditangkap dengan barang bukti berupa penutup drainase yang telah dicuri. Kasus itu akan segera dikembangkan menyasar kelompok lainnya khususnya jadi penadah barang curian.

BACA : Penutup Drainase Jalan Kuin Dicuri, Dinas PUPR Banjarmasin Segera Ganti dengan Papan Ulin

Sementara itu, Antropolog Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Nasrullah mengatakan sebenarnya polisi sangat mudah untuk membongkar kasus pencurian fasilitas publik. Termasuk, maling ratusan mur di Jembatan Antasan Bromo, penutup drainase di kawasan Kuin dan lainnya.

“Pencurian fasilitas publik seperti mur jembatan, penutup drainase dan lainnya merupakan fenomena deviasi sosial atau penyimpangan sosial. Biasanya pelaku ini merasa bangga dengan komplotan atau kelompoknya berhasil mencuri sesuatu yang berharga dari fasilitas publik, ya semacam mur, penutup drainase dan lainnya,” kata akademisi Pendidikan Sosiologi FKIP ULM ini kepada jejakrekam.com. Jumat (21/1/2022).

Menurut Nasrullah, pencurian benda dari fasilitas publik memang bernilai ekonomis, sehingga hampir bisa dipastikan ada yang penadah dari hasil kejahatan itu.

“Para pencuri ini dikatakan menyimpang dari perilaku sosial masyarakat kebanyakan, ya karena mereka itu tidak berpikir dampak dari benda yang dicuri itu bakal mengancam atau membahayakan orang lain. Apalagi, itu berada di fasilitas publik, seperti jembatan, jalan dan lainnya,” kata Nasrullah.

BACA JUGA : Besi Penutup Drainase Hilang, Ruas Jalan Kuin Berlubang Bahayakan Pengguna Jalan

Lanjut Baca