Beranda Lifestyle Sering Ditolak Kerja? 7 Bahasa Tubuh ini Ternyata Sangat Berpengaruh Saat Interview,...

Sering Ditolak Kerja? 7 Bahasa Tubuh ini Ternyata Sangat Berpengaruh Saat Interview, Dijamin Langsung Diterima!

9
0

Wawancara

Banjarmasinnews.com – WAWANCARA adalah salah satu proses ketika seseorang melamar pekerjaan. Untuk itu, mempersiapkan sebanyak mungkin hal dimungkinkan dengan wawancara ini adalah suatu keharusan.

Mulai dari penampilan, materi wawancara, pengetahuan tentang perusahaan terkait, pengetahuan umum, pengetahuan akademis, dan banyak hal lain yang harus Anda persiapkan.

Tapi bisa jadi semua persiapan akan sia-sia ketika Anda memberi kesan buruk selama sesi wawancara hanya karena bahasa tubuh yang tidak perlu. Bahasa tubuh selama sesi wawancara menjadi sangat penting karena dapat memberi kesan pada Anda.

Faktanya, ada banyak hasil penelitian yang telah terbukti jika bahasa tubuh dapat mencerminkan perasaan seseorang. Jadi Anda bisa menunjukkan sikap positif kepada orang yang mewawancarai Anda, sebisa mungkin tidak melakukan 7 bahasa tubuh yang tidak baik selama wawancara kerja berikutnya.

1. Bahasa Tubuh Ketika Tangan Tangan

Tahap pertama ketika Anda memasuki ruang wawancara pasti akan berjabat tangan terlebih dahulu. Itu berarti karakter Anda akan dinilai pertama dari apa yang tampak seperti menjabat tangan pewawancara.

Mencengkeram keras saat berjabat tangan atau berjabat tangan terlalu lemah dapat memberi kesan jika Anda gugup dan kurang percaya diri. Terutama jika telapak tanganmu berkeringat. Dijamin kesan buruk akan semakin menimpa Anda.

Sebaiknya, cobalah mencuci tangan Anda terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan. Kecuali, jika Anda memiliki sindrom telapak tangan berkeringat. Jika demikian, Anda tidak boleh lupa untuk meminta maaf dan kemudian menjelaskan di depan pewawancara tentang gangguan tersebut.

2. Bahasa Tubuh Ketika Duduk

Setelah berjabat tangan, tentu saja Anda akan segera duduk. Yang perlu Anda ketahui di sini sebenarnya adalah postur saat Anda duduk akan dinilai.

Oleh karena itu, sebisa mungkin untuk menjaga postur duduk. Seharusnya tidak terlalu mundur atau condong ke depan. Selain kurang sopan, posisi duduk ini sering diartikan sebagai kurang percaya diri.

Duduk maju dengan postur ke depan menunjukkan jika Anda adalah orang yang agresif. Kemudian jika postur terbalik ke belakang untuk menunjukkan apakah ada kesan kemalasan atau kebanggaan yang berlebihan pada diri Anda.

Sementara itu, postur tubuh yang terlalu bengkok saat duduk memberi kesan percaya diri itu sendiri kurang dan juga jauh dari kesan berani. Lalu posisi duduk seperti apa yang harus dilakukan?

Untuk menciptakan kesan netral, Anda harus memilih posisi duduk tegak, terutama di bahu dan juga kepala. Namun jangan lupa juga untuk tetap tenang, rileks, dan nyaman.

3. Kontak Mata

Kontak mata dapat dikatakan sebagai bahasa tubuh yang paling ekspresif. Oleh karena itu, selama wawancara kerja jangan biarkan Anda menyia-nyiakan kesempatan untuk meninggalkan kesan yang baik. Caranya sebisa mungkin hindari kontak mata atau menatap terlalu banyak.

Sebenarnya Anda hanya melakukan kontak mata 60% untuk memberi kesan bahwa Anda terlihat antusias. Namun sebaiknya jangan hanya melihat mata saja, cobalah fokus pada area segitiga atas wajah, yaitu di antara alis kanan kiri dan hidung

4. Posisi Palm

Posisi tangan selama wawancara kerja juga penting untuk diperhatikan. Anda tidak boleh menyilangkan tangan di depan dada, memasukkannya ke dalam saku, atau melakukan gerakan tangan yang kurang licik dengan pertanyaan.

Bagaimana seharusnya posisi tangan yang baik? Letakkan telapak tangan Anda di sisi kanan kursi kiri. Selain itu, Anda juga bisa menumpuknya di pangkuan Anda sambil sesekali melakukan gerakan tangan saat Anda menjawab pertanyaan dari pewawancara.

5. Posisi Kaki

Meskipun posisi kaki yang sebenarnya tidak terlalu terlihat oleh pewawancara, tetapi cobalah untuk tetap memposisikan kaki dengan baik. Cobalah untuk membuat posisi kaki senyaman mungkin agar tidak mengganggu proses wawancara.

Lalu posisi kaki apa yang direkomendasikan saat wawancara kerja seperti ini? Anda harus duduk dengan kaki lurus untuk menyentuh lantai. Posisi kaki menyentuh lantai seperti ini bisa membuat Anda lebih rileks dan nyaman.

Anda tidak boleh menyilangkan kaki, karena kaki yang terlalu panjang bertahan dalam posisi seperti ini bisa menyebabkan kesemutan. Juga, hindari mengayunkan kaki karena pewawancara dapat berasumsi bahwa jenis bahasa tubuh ini adalah bahasa tubuh seseorang yang sangat gugup

6. Hindari Gerakan yang Tidak Diperlukan

Selama masa ini banyak yang melakukan gerakan yang tampak aneh dan sebenarnya kurang penting selama proses wawancara kerja. Hal semacam ini luar biasa karena keadaannya yang begitu gugup sehingga tidak terkendali.

Beberapa contoh terlalu banyak menyentuh wajah, berpisah atau terlalu sering bermain rambut, menggigit bibir, menggoyang kaki, atau mengetuk meja jari.

Sayangnya, bahasa tubuh seperti itu jarang diakui. Ini karena gerakan semacam ini lebih merupakan reaksi spontan ketika menyangkut gugup atau kurangnya kepercayaan diri.

Ketika pewawancara menyadari posisi Anda secara tidak sengaja menghapus bahasa tubuh seperti itu, kebanyakan dari mereka akan mencari celah untuk memberikan pertanyaan jebakan yang dapat membuat reaksi gugup Anda menjadi lebih jelas.

Karena alasan ini, Anda sekarang harus menyadari bahwa gerakan tubuh semacam itu adalah salah satu sikap yang paling mudah dibaca sehingga Anda saat ini sedang gugup dan berusaha untuk tenang. [19659004] 7. Menempatkan Wajah yang Datar dan Tersenyum

Tersenyum dapat dikatakan sebagai sinyal bahwa Anda terbuka, hangat, berenergi, dan percaya diri. Sebaliknya, Anda akan dikatakan orang yang moody sambil selalu menunjukkan wajah cemberut.

Anda yang sulit untuk tersenyum dan memasang wajah datar selama proses wawancara, akan dianggap kurang ramah, pesimis, dan kurang hormat kepada pewawancara [19659004] Namun, jika Anda terlalu murah untuk tersenyum pada senyum Anda sebagai senyum palsu, hal semacam ini terlihat kurang alami dan sebisa mungkin harus Anda hindari.
Senyum yang terkesan seperti ini dapat memberi kesan jika Anda adalah orang yang suka berpura-pura megah, terbuka, dan kurang percaya diri. Karena itu, Anda harus tersenyum serileks mungkin dan menunjukkan bahwa senyum Anda tulus.

Mulai sekarang, cobalah untuk mengontrol sebanyak mungkin dalam bahasa tubuh, terutama ketika ada wawancara kerja. Jangan biarkan pewawancara membagi fokus untuk melihat potensi diri Anda hanya karena bahasa tubuh Anda terlalu berlebihan saat melakukan wawancara kerja. (Dil)

(Sumber: Putih)