Beranda Nasional 11 Kali mencuri, Angga dibekuk diciduk saat beraksi di kosan

11 Kali mencuri, Angga dibekuk diciduk saat beraksi di kosan

9
0

Banjarmasinnews.com – Angga Aulia Step (22), pelaku pencurian yang telah beraksi 11 kali di Kota Padang, Sumatera Barat dihentikan ketika salah satu Bhayangkara Pembina Security and Public Order (Bhabin Kamtibmas) Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat sedang melakukan patroli rutin di wilayah kerjanya pada Sabtu (30/6) sore.

Pelaku yang merupakan warga jalan Pingkik RT 01 RW 06, Desa Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat sangat ingin mencuri telepon seluler di Salingka Bungo Permai Perumahan Bungo Permai RT 03 RW 06, Desa Bungo Pasang, Kabupaten Padang, Sumatera Barat.

"Tersangka melakukan pencurian ketika saya sedang melakukan patroli rutin untuk memberikan daya tarik bahaya dampak kejahatan dan gangguan kamtibmas kepada masyarakat setempat, lalu tiba-tiba salah satu korban berteriak bahwa ponselnya dicuri, maka saya hubungi Unit Reserse Kriminal (Reskrim) untuk menangkap para pelaku ke Mapolsek Koto Tangah, "kata Aiptu Mairi Bungsu Durein AB kepada merdeka.com untuk menceritakan kronologi kejadian tersebut.

Korban bernama Durein bernama Albert Pratama (19), seorang mahasiswa di salah satu universitas negeri (PTN) di kota Padang, Sumatera Barat. Pelaku kemudian ditahan di Kantor Polisi Koto Tangah dengan nomor laporan: LP / 438 / K / VI / 2018 / Sektor Koto Tangah tanggal 30 Juni 2018.

Sementara itu, Kapolsek Koto Tangah Kompol Joni Darmawan mengatakan bahwa pelaku melakukan pencurian saat korban sedang tertidur di kamar asrama yang ia tempati bersama salah satu rekannya. Namun, salah satu pelaku melarikan diri saat korban berteriak dan warga ingin mengamankan keduanya.

"Ketika diamankan dan digeledah oleh penduduk setempat, menemukan unit ponsel korban milik korban dan belati dari pinggang tersangka, lagi," kata Joni.

Hubungkan Joni, pelaku telah menjalankan aksinya di sejumlah tempat di kota Padang sebanyak 11 kali. Polisi juga mengamankan sepeda motor Honda Scoopy yang digunakan oleh pelaku karena ditinggalkan di tempat kejadian.

"Untuk daerah Koto Tangah (yang paling banyak), yaitu lima kali, sedangkan sisanya di daerah Padang Utara adalah tiga kali, Nanggalo dua kejadian dan satu Kuranji. Hasil kejahatan yang dilakukan oleh pelaku kemudian dijual kepada Kota Pekanbaru, Riau. [bal]