Beranda Nasional Bos BEI terus minta pemerintah dorong BUMN beserta anak usahanya masuk bursa

Bos BEI terus minta pemerintah dorong BUMN beserta anak usahanya masuk bursa

7
0

Banjarmasinnews.com – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djadadi, menyambut baik PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo) yang mendaftarkan obligasi pertamanya di BEI. Dia meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendorong perusahaan milik negara dan anak perusahaannya untuk segera memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan di luar anggaran negara (APBN).

"Kami mengharapkan dukungan dari Ibu Menteri dan Bapak Aloy untuk mendorong BUMN dan anak perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu pendanaan," kata Inarno di kantornya Jakarta Kamis (5 / 7).

Inarno mengatakan, dengan masuknya Pelindo diharapkan di masa depan akan ada perusahaan milik negara lainnya yang dapat berlantai di BEI. Baik melalui penerbitan obligasi dan penawaran umum perdana (IPO).

"Semoga masa depan semakin banyak BUMN yang menghiasi lantai bursa, baik melalui aksi penerbitan obligasi BUMN, atau IPO. Yang lebih sejahtera," tambahnya.

Ia melanjutkan pengembangan oleh Pelindo berkat penerbitan obligasi yang diyakini mampu menarik investor untuk berinvestasi di Kawasan Timur Indonesia (KTI). "Kami percaya bahwa Obligasi I Pelindo IV 2018 akan mendapatkan respon positif bagi investor dan hasilnya dapat dinikmati bagi masyarakat baik untuk pengembangan percepatan pengembangan konektivitas KTI atau pengembangan strategis lainnya," kata Inarno.

Sebelumnya, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Aloysius Kiik Ro, mengisyaratkan bahwa akan ada perusahaan atau anak perusahaan BUMN lain setelah PT Indonesia Vehicle Terminal (IKT) yang berpartisipasi di bursa saham.

"Lainnya masih dalam persiapan. Kami ingin ukuran pinginnya cukup besar, sekitar 100 juta Dolar (USD) dan di atas itu mereka masih melakukan evaluasi," katanya

Diketahui, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) terdaftar secara resmi obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 3 triliun, yang akan digunakan untuk pengembangan proyek strategis di beberapa pelabuhan Indonesia Timur (KTI), yaitu Makasar Pelabuhan Baru, Pelabuhan Bitung Pelabuhan Baru Kendari dan Pelabuhan Pantoloan-Palu.

[bim]