Beranda Nasional Dalam dua hari dua wali kota Filipina ditembak mati orang tak dikenal

Dalam dua hari dua wali kota Filipina ditembak mati orang tak dikenal

6
0

Jenderal Tinio, provinsi Nueva Ecija, Filipina, Ferdinand Bote (57), tewas kemarin setelah ditembak oleh sekelompok orang tak dikenal saat meninggalkan kantornya bersama seorang sopir.

Mobil yang dia lacak untuk sesaat keluar dari kantor, tiba-tiba sekelompok orang yang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor mendekati mobilnya dan melepaskan tembakan.

"Walikota Ferdinand Bote ditembak berulang kali menggunakan senjata laras pendek," kata Adrian Gabriel, kepala polisi kota itu. China Morning Post, Rabu (4/7).

Selama penyelidikan, anggota polisi menemukan setidaknya 18 casing kartrid di tempat kejadian. Kematian Bote menambah daftar pejabat yang ditembak mati selama rezim Duterte.

Kasus pembunuhan pejabat ini hanya terjadi satu hari setelah penembakan yang menewaskan seorang walikota pada upacara bendera.

Satu hari sebelumnya, seorang walikota di Filipina masuk dalam daftar Presiden Rodrigo Duterte untuk pejabat yang diduga terlibat dalam kasus-kasus narkotika, ditembak mati dua hari yang lalu.

Antonio Halili menjadi target penembak jitu saat upacara pengibaran bendera pada siang hari.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Antonio Halili ditembak di dada oleh tembakan dari kejauhan, menyebabkan kekacauan dalam upacara pengibaran bendera mingguan di balai kota di Tanauan, selatan Manila, Filipina.

Peserta yang menghadiri upacara bubar. Kepanikan itu tercermin saat para peserta mulai berteriak.

Namun, penembak berhasil melarikan diri dan Halili dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Kepala Kepolisian Kota Tanauan Renato Mercado mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tembakan itu dilakukan dari jarak sekitar 150 meter

"Jarak dari posisi itu tidak dapat dipercaya, itu tidak dapat dilakukan oleh orang biasa. Keterampilan itu hanya bisa dilakukan dimiliki oleh sniper terlatih, "katanya kepada AFP.

Halili yang kontroversial telah membandingkan dirinya dengan Duterte karena dia secara terbuka memiliki sikap garis keras seperti presiden terhadap kejahatan dan obat-obatan.

Tapi pada 2017, nama Halili muncul di daftar pejabat terkait obat yang dikeluarkan oleh Presiden Duterte. Daftar ini termasuk nama-nama pejabat yang diduga terlibat dalam perdagangan narkotika.

Reporter: Teddy Tri Setio Berty

Fungsi (f, b, e, v, n, t, s) if (f.fbq) kembali; n = f.fbq = function () n.callMethod?
n.callMethod.apply (n, argumen): n.queue.push (argumen); if (! f._fbq) f._fbq = n;
n.push = n; n.loaded =! 0; n.version = & # 39; 2.0 & # 39 ;; n.queue = []; t = b.createElement (e); t.async =! 0;
t.src = v; s = b.getElementsByTagName (e) [0]; s.parentNode.insertBefore (t, s) (window,
dokumen, & # 39; skrip & # 39 ;, & # 39; https: //connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
fbq (& # 39; init & # 39 ;, & # 39; 833492313416407 & # 39;);
fbq (& # 39; track & # 39 ;, & # 39; PageView & # 39;);