Beranda Nasional Dugaan manipulasi data Pilwalkot Makassar, empat saksi diperiksa Bawaslu

Dugaan manipulasi data Pilwalkot Makassar, empat saksi diperiksa Bawaslu

3
0

Banjarmasinnews.com – Pemawas Pemilas (Bawaslu) Kota Makassar telah memeriksa empat saksi mengenai dugaan manipulasi data akuisisi data suara dalam format C1 di Pilwakot Makassar. Empat saksi diperiksa sampai hari Minggu (1/7).

Ketua Bawaslu Makassar, Nursari mengatakan saksi pertama yang diinterogasi adalah Ketua KPU Makassar, Syarif Amir, satu dari PPK dan dua warga. Pemeriksaan itu dilakukan oleh komisioner KPU bidang teknis Makassar, Abdullah Mansyur saat diperiksa dan akan mengikuti staf teknis Kasubag KPU Makassar untuk menjadi total enam saksi.

"Tadi malam perkembangan pemeriksaan dibahas oleh tim Gakumdu Bawaslu Makassar dan memutuskan status kasus dilanjutkan ke tingkat penyelidikan," kata Nursari.

Keperawatan memperkirakan lima hari ke depan sudah dapat ditemukan hasil investigasi ke dalam penyelidikan kasus ini. Menurut dia, hingga hari ini telah memasuki tiga laporan setelah Pilwalkot Makassar masing-masing dari dua laporan tentang dugaan manipulasi akuisisi data suara dalam format C1 di dua desa perkotaan di Kecamatan Tamalate yaitu Bontoduri dan Pabbaeng-baeng, yang dilaporkan oleh penduduk dan temuan Bawaslu Makassar sendiri. Kemudian laporan pada kotak suara yang dibuka tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Laporan pada kotak suara yang dibuka sebelum waktunya, dilaporkan oleh tim pengacara Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi paska konseling yang populer dengan tag line Appi-Cicu.

Pengacara pasif Appi-Cicu, Muhammad Nur Salam, setelah mengirimkan laporan ke Bawaslu Makassar, menjelaskan bahwa kasus yang mereka laporkan adalah tentang kotak suara yang dibuka sebelum waktunya.

"Sebuah surat dari KPU Makassar telah diterbitkan bahwa untuk penghitungan suara, kotak suara dibuka pada 1 Juli, pada jam 2 tetapi pelaksana tugas Sub-Distrik dan PPK membuka kotak suara sebelum waktunya alasan bahwa ada file yang tersebar di kotak suara. Pembukaan kotak suara tidak dihadiri oleh saksi kami dari Appi-Cicu paslon. Ada kecurigaan bahwa kami melaporkan ini ke Bawaslu Makassar, "jelas Muhammad Nur Salam. (F, b, e, v, n, t, s) if (f.fbq) kembali; n = f.fbq = function () n.callMethod?
n.callMethod.apply (n, argumen): n.queue.push (argumen); if (! f._fbq) f._fbq = n;
n.push = n; n.loaded =! 0; n.version = & # 39; 2.0 & # 39 ;; n.queue = []; t = b.createElement (e); t.async =! 0;
t.src = v; s = b.getElementsByTagName (e) [0]; s.parentNode.insertBefore (t, s) (window,
dokumen, & # 39; skrip & # 39 ;, & # 39; https: //connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
fbq (& # 39; init & # 39 ;, & # 39; 833492313416407 & # 39;);
fbq (& # 39; track & # 39 ;, & # 39; PageView & # 39;);