JENEWA, KOMPAS.com – Badan Kesehatan Dunia ( WHO) mengumumkan, Eropa merupakan pusat baru dari wabah virus corona yang menjalar ke seluruh dunia.

Dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berujar, sangat sulit memprediksi kapan penyebaran ini bakal mencapai puncak.

“Eropa kini menjadi pusat dari pandemi,” ujar Tedros dalam konferensi pers secara virtual, sebagaimana diberitakan AFP Jumat (13/3/2020).

Baca juga: WHO Minta RI Tes Semua Orang yang Flu dan Sesak Napas

Dia menerangkan selain dari negara asal penyebaran China, Benua Biru kini lebih banyak melaporkan kasus infeksi dan kematian daripada gabungan seluruh dunia.

“Lebih banyak kasus kini dilaporkan setiap hari pada saat ini, dibanding yang dikabarkan di China pada puncak epidemi,” papar Tedros.

Sejak pertama kali terdeteksi di Wuhan pada Desember 2019, virus corona itu kini menjangkiti lebih dari 137.000 orang di seluruh dunia.

Tedros menuturkan, jumlah korban meninggal karena virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu yang melebihi 5.000 orang itu adalah “kejadian yang tragis”.

Lebih lanjut, kepala bagian penyakit darurat WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan tidak mungkin memprediksi sejauh mana virus ini bakal berkembang.

Baca juga: Update Virus Corona 12 Maret: WHO Umumkan Wabah Dunia | Perawat Italia Perlihatkan Kondisinya

“Sangat mustahil bagi kami untuk langsung menyatakan bahwa pandemi ini bakal mencapai puncak. Tentu kami berharap secepatnya,” jelasnya.

Komentar WHO terjadi setelah baik negara di Eropa maupun dunia melakukan kebijakan skala penuh dalam menangkal Covid-19, penyakit yang ditimbulkan oleh virus itu.

Sumber

Komentar Anda