Beranda Nasional Gerindra pertanyakan hasil survei meleset jauh di Pilgub Jabar dan Jateng

Gerindra pertanyakan hasil survei meleset jauh di Pilgub Jabar dan Jateng

4
0

Banjarmasinnews.com – Wakil Ketua Partai Gerindra Ferry Juliantono menyoroti perbedaan pemilihan dari hasil beberapa lembaga survei sebelum pemilihan Serial 2014. Menurutnya, prediksi surveyor terlalu jauh dari penghitungan nyata setelah pemungutan suara

"Jadi margin of error terjadi di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Saya ingin mengatakan di Jawa Barat lembaga survei rata-rata menempatkan Sudrajat -Syaikhu maksimal tujuh persen, "kata Ferry dalam diskusi bertajuk Pilkada, Kotak Kosong, dan Pilpres; di daerah Cikini, Jakarta Center, Sabtu (30/6).

"Saya ingin menanyakan ini mengapa hanya terjadi di Jawa Barat dan Jawa Tengah sementara di tempat lain tingkat ketelitian (hasil survei sebelum pilkada) tidak tinggi," lanjutnya.

Ferry mempertanyakan penyebab perbedaan itu menjadi Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan. Djayadi menghadiri diskusi yang sama

"Itu adalah apa, bagaimana metodologi mungkin," katanya.

Diketahui, dari empat pemilihan penghitungan cepat Pemilu Jawa Barat dimenangkan oleh Emil-Uu. Kemudian diikuti oleh Sudrajat-Syaikhu di posisi kedua, lalu Deddy-Dedi dan posisi menggembung isi oleh pasangan TB Hasanuddin dan Anton Charliyan.

Lembaga survei SMRC quick count juga disukai orang nomor satu yang dikloning Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dengan total 32 suara, 26 persen, setelah 100 persen suara dikumpulkan pada pukul 17.50 WIB. Posisinya diikuti oleh Sudrajat-Ahmad Syaiku paslon dengan suara 29,58 persen, posisi ketiga diduduki oleh Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan suara 25,38 persen persen, dan di posisi terakhir adalah TB Hasanuddin-Anton Charliyan 12,77 persen. [19659003] Hasil penghitungan cepat jauh berbeda dengan hasil elektabilitas yang dilakukan oleh lembaga survei. Yang paling mencolok adalah pasangan Sudrajat-Syaikhu yang dalam survei elektabilitas hanya mendapatkan sekitar 7 persen. (F, b, e, v, n, t, s) if (f.fbq) kembali; n = f.fbq = function () n.callMethod?
n.callMethod.apply (n, argumen): n.queue.push (argumen); if (! f._fbq) f._fbq = n;
n.push = n; n.loaded =! 0; n.version = & # 39; 2.0 & # 39 ;; n.queue = []; t = b.createElement (e); t.async =! 0;
t.src = v; s = b.getElementsByTagName (e) [0]; s.parentNode.insertBefore (t, s) (window,
dokumen, & # 39; skrip & # 39 ;, & # 39; https: //connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
fbq (& # 39; init & # 39 ;, & # 39; 833492313416407 & # 39;);
fbq (& # 39; track & # 39 ;, & # 39; PageView & # 39;);