Beranda Nasional Hitung cepat sementara KPU, Imas urutan buncit di Pilkada Subang

Hitung cepat sementara KPU, Imas urutan buncit di Pilkada Subang

13
0

Banjarmasinnews.com – Nomor seri kedua dalam pemilihan Bupati Subang, Imas Aryumninsih-Sutarno terdaftar sebagai hasil sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdasarkan Formulir C1 yang dihimpun dari Voting Place (TPS). Golkar dan PKB mencapai 27,75 persen atau 116,677 suara dari 50,98 persen atau 1.454 data masuk per 2.852 TPS.

Pasangan ini tertinggal jauh di belakang urutan nomor 1, Ruhimat-Agus Masykur dengan perolehan 184.824 suara atau 43,95 persen. Sementara pasangan bernomor 3, Dedi Junaedi-Budi Setiadi memperoleh 119.030 suara atau 28, 30 persen.

Di situs resmi KPU disebutkan, penghitungan cepat ini memberikan layanan kepada publik untuk mengetahui hasil pemilu serentak 27 Juni 2018 dengan cepat dan transparan di semua daerah yang mendengar pemilu.

Data hasil pada hitungan cepat berdasarkan data yang dimasukkan dari formulir C1. Hasil hitungan cepat bersifat sementara dan tidak final.

"Jika ada kesalahan dalam model C1 akan ada perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atas," tulis KPU.

Diketahui, pemilihan Subang diikuti oleh tiga kandidat. Pasangan nomor 1, Ruhimat-Agus Masykur membawa PKS, Gerindra, PAN, Demokrat, Nasdem dan PPP. Sementara pasangan nomor 2 Imas Aryumninsih-Sutarno diusung Partai Golkar dan PKB. Dan pasangan Dedi JunaediBudi Setiadi membawa PDIP.

Cabas Imas diketahui tersandung kasus dugaan suap terkait perizinan di Pemerintah Kabupaten Subang. Imas sendiri akan segera diadili di Pengadilan Tipikor, Bandung, Jawa Barat. Penyelidikan berkas imas selesai peneliti pada awal Juni 2018 kemarin.

Imas yang sekarang dipercaya di Penjara Sukamiskin, Bandung dijerat dengan tiga tersangka lainnya. Yakni Asep Santika sebagai Kepala Divisi Perizinan DPMPTSP Subang, Miftahudin sebagai sektor swasta, dan Data seorang karyawan swasta.

Diduga, Imas, Data dan Asep menerima suap dari dua perusahaan, PT ASP dan PT PBM senilai Rp 1,4 miliar. Suap itu diduga berkomitmen untuk memperoleh izin prinsip untuk membuat pabrik atau tempat usaha di Subang.

Uang itu diberikan oleh pihak swasta, Miftahudin dalam beberapa tahap. Diduga, komitmen biaya awal antara pemberi dan perantara adalah Rp 4,5 miliar. Sedangkan pemberian fee antara Bupati ke perantara sebesar Rp 1,5 miliar. [If (f.fbq) return; n = f.fbq = function () n.callMethod?) (F, b, e, v, n, t, s)
  n.callMethod.apply (n, arguments): n.queue.push (arguments); if (! f._fbq) f._fbq = n;
  n.push = n; n.loaded =! 0; n.version = '2.0'; n.queue = []; t = b.createElement (e); t.async =! 0;
t.src = v; s = b.getElementsByTagName (e) [0]; s.parentNode.insertBefore (t, s)} (window,
dokumen, & # 39; skrip & # 39 ;, & # 39; https: //connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
fbq (& # 39; init & # 39 ;, & # 39; 833492313416407 & # 39;);
fbq (& # 39; track & # 39 ;, & # 39; PageView & # 39;);