Beranda Nasional Ini obat pelemahan Rupiah untuk jangka waktu menengah

Ini obat pelemahan Rupiah untuk jangka waktu menengah

6
0

Banjarmasinnews.com – Ekonom Senior Institute untuk Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (INDEF), Faisal Basri mengatakan pemerintah tidak hanya dapat menampung uang tunai Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah yang terus merosot . Pemerintah harus melakukan solusi jangka menengah agar Rupiah segera stabil.

"Solusi jangka menengah adalah bagaimana kita agar tidak mengalokasikan capital inflow. Nah, rekening giro harus surplus," ujar Faisal di Hotel Milenium, Jakarta Rabu (11/7).

Faisal mengatakan, pemerintah harus memperbaiki perdagangan yang terus defisit. Salah satu dengan mencari pasar baru untuk ekspor saat ini sedang terjadi di negara mitra dagang Indonesia seperti China-Amerika Serikat.

Defisit juga dapat berurusan dengan melakukan pertukaran barang ( counter trade ) dengan negara yang memiliki produk yang dibutuhkan oleh Indonesia. Hal yang dapat diakses untuk impor.

"Harapan saya, perang dagang itu oke antara negara kaya. Afrika, Asia Selatan kan mereka butuh sawit kita tapi mereka tidak punya uang. Saya ingat Pak Sudrajad Mendag tahun 80an meningkatkan lalu ekspor. Mereka menukarkan perdagangan dengan negara yang tidak mendapat uang. Jadi barang apa saja yang punya, nah barang itu ditukar dengan yang kita inginkan, "jelasnya.

Selain itu, perdagangan juga harus digenjot dari sektor pariwisata. Cara melakukannya dapat dilakukan dengan mengupayakan penerbangan langsung dari negara lain.

"Kedua yang bisa cepat adalah pariwisata dengan penerbangan langsung. Manado itu Sam Ratulangi atas dua belas (paling banyak dikunjungi) dari Cina," katanya .

[bim]