Beranda Nasional Ini penjelasan polisi belum jerat kepala cabang dan mitra Abu Tours

Ini penjelasan polisi belum jerat kepala cabang dan mitra Abu Tours

4
0

Banjarmasinnews.com – Tersangka tersangka kasus penipuan dari PT Abu Tours, haji dan agen perjalanan umroh berpusat di Makassar terhadap 96.601 calon jemaat sampai sekarang masih hanya manajemen puncak. Para kepala cabang yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia dengan mitra mereka belum terjerat & # 39 ;.

Kepala Bagian Humas Kepolisian Sulawesi Selatan, Polisi Comr. Dicky Sondani dan Direktur Investigasi Kejahatan Khusus, Kapolda Yudhoyono Wibisono di Polda Sulawesi Selatan, 7) menyebutkan bahwa saat ini jumlah kasus penipuan yang dicurigai dari PT Abu Tours hanya empat orang.

Set pertama adalah Hamzah Mamba, bos PT Abu Tours dan Muhammad Kasim Sunusi, sebagai manajer keuangan dan dua terakhir hanya menetapkan Chaeruddin alias Heru sebagai komisaris dan Nursyahriah Mansyur juga berfungsi sebagai komisaris yang tidak lain adalah Hamzah Mamba & # 39; istri.

Mereka semua dicurigai UU Nomor 13 tahun 2008 tentang pelaksanaan haji sebagaimana telah diubah dengan UU No. 34 tahun 2009 dan UU No. 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Dengan ancaman 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

"Ya tidak ada kepala cabang yang kami tetapkan sebagai tersangka, serta mitra PT Abu Tours karena tidak ada cukup bukti untuk berpartisipasi ditetapkan sebagai tersangka. Ini adalah tersangka terakhir yaitu Nursyahriah Mansyur, Hamzah Istri Mamba secara perlahan ditetapkan karena harus melalui penelitian yang cukup panjang. Investor harus benar-benar selektif karena tidak dua bukti tidak cukup maka ditetapkan sebagai tersangka, itu fatal, "kata Dicky Sondani, Rabu (11). / 7).

Menurut Dicky Sondani, Nursyahriah Mansyur baru-baru ini menemukan bahwa dia juga seorang komisaris perusahaan suaminya, yang sebelumnya tidak termasuk dalam struktur organisasi perusahaan. Nursyahriah Mansyur ditunjuk sebagai tersangka karena dia tahu betul tentang aliran dana peziarah.

Dia berpartisipasi dalam peziarah & # 39; uang untuk kepentingan pribadinya yang mengakibatkan banyak peziarah terlantar Bahkan, rekening uang jamaah PT Abu Tours dalam namanya

Menurut Dicky, mitra sampai kepala cabang yang ada diperiksa sebagai saksi, salah satu dari yang merupakan kepala cabang PT Abu Tours di Palembang. Tetapi pengakuan dan fakta bahwa semua uang calon yang mereka kumpulkan diserahkan sepenuhnya ke rekening penampungan di Makassar.

Selanjutnya orang-orang di Makassar yang mengelola uang termasuk beberapa untuk keuntungan pribadi, antara lain, memberikan biaya dan bonus untuk Chaeruddin yaitu rumah, mobil dan pergi umroh dan haji dengan keluarga.

"Jika dikatakan mitra dan kepala cabang dapat bergabung dengan tersangka karena bergabung bersama dan menikmati biaya dan bonus, bahwa kita masih di dalam karena sampai hari ini cukup bukti yang terkait dengan itu," katanya.

Ditambahkannya, dari penyitaan aset bergerak dan tidak bergerak yang sudah dilakukan penyidik ‚Äč‚Äčkini bernilai sekitar Rp 200 miliar. Di antara 33 aset tanah dan bangunan, 36 kendaraan roda empat dan lima kendaraan roda dua, 41 perangkat elektronik dan 9 unit bisnis. Aset-aset itu semuanya disita dari berbagai kota seperti Jakarta dan Bogor tetapi lebih banyak berada di Makassar dan sekitarnya. (F, b, e, v, n, t, s) if (f.fbq) kembali; n = f.fbq = function () n.callMethod?
n.callMethod.apply (n, argumen): n.queue.push (argumen); if (! f._fbq) f._fbq = n;
n.push = n; n.loaded =! 0; n.version = & # 39; 2.0 & # 39 ;; n.queue = []; t = b.createElement (e); t.async =! 0;
t.src = v; s = b.getElementsByTagName (e) [0]; s.parentNode.insertBefore (t, s) (window,
dokumen, & # 39; skrip & # 39 ;, & # 39; https: //connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
fbq (& # 39; init & # 39 ;, & # 39; 833492313416407 & # 39;);
fbq (& # 39; track & # 39 ;, & # 39; PageView & # 39;);