Beranda Nasional Jaga industri manufaktur, pemerintah hati-hati batasi produk impor

Jaga industri manufaktur, pemerintah hati-hati batasi produk impor

6
0

Banjarmasinnews.com – Menteri Keuangan, Sri Mulyani, akan berusaha agar nilai tukar Rupiah menguat kembali. Salah satunya meminimalkan defisit transaksi berjalan dengan mengurangi impor.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan bahwa pemerintah masih melihat sektor yang impornya akan dievaluasi. Ini dilakukan agar tidak mengganggu produksi sektor manufaktur.

"Saya tidak ingin mengatakan yang terburu-buru (sektor) apakah kita masih ingin mencari yang dapat dikurangi yang tidak mempengaruhi produksi," kata Koordinator Darmin ]

Darmin menjelaskan , defisit akun berjalan disumbangkan oleh dua hal. Pertama, defisit perdagangan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir dan saldo layanan kedua. Pemerintah akan memastikan efek dari keduanya pada defisit transaksi berjalan

"Pertama sebelum neraca transaksi berjalan, ekspor barang impor yang kita defisit enam bulan terakhir .. Ini adalah bagian defisit perdagangan dari transaksi saat ini. Ini adalah neraca perdagangan ditambah saldo layanan, "jelasnya.

Mantan Dirjen Pajak menambahkan, pihaknya bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan melakukan evaluasi yang cermat. "Kami tidak akan menyelesaikan pertemuan, kami akan membahas apa pun," katanya.

Sebelumnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) terus berlanjut meskipun acuan Bank Indonesia (BI) naik 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Hari ini rata-rata Rupiah berada pada level Rp 14.400 per USD

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan berusaha agar Rupiah menguat kembali. Salah satunya mengurangi defisit akun berjalan dengan mengurangi impor.

"Saat yang sama mulai memeriksa kebutuhan impor, apakah itu memang benar-benar diperlukan untuk ekonomi Indonesia dan akan secara selektif memeriksa siapa yang membutuhkannya dalam bentuk bahan baku atau bahan modal. Dan apakah itu benar-benar strategis untuk mendukung kegiatan ekonomi domestik, "kata Menteri Sri Mulyani.

Mantan Direktur Utama Bank Dunia menambahkan bahwa pemerintah akan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengambil langkah-langkah tentang cara meminimalkan defisit transaksi berjalan

Sektor yang akan didorong dalam beberapa bulan ke depan selain impor adalah pariwisata. Adapun target pemerintah hingga akhir tahun, defisit hanya 2,5 persen dari PDB.

"Kami bersama dengan BI dan OJK untuk mengoordinasikan bagaimana meningkatkan CAD menjadi lebih kecil dengan mendukung ekspor dan kegiatan pariwisata yang dapat menghasilkan devisa bagi negara itu," katanya.

[bim]