Beranda Nasional Kasus politik uang Pilkada Temanggung dilimpahkan ke polisi

Kasus politik uang Pilkada Temanggung dilimpahkan ke polisi

12
0

Banjarmasinnews.com – Kasus politik uang di Kabupaten Temanggung akan diserahkan kepada polisi. Dari 14 kasus, ada satu kasus yang memasuki fase baru.

"Setelah kami mengadakan rapat pleno dengan Panwaslu lokal, maka kasus politik uang terbukti menjadi pendukung paslon nomor 3. Bukti telah dikumpulkan. Polisi," kata Koordinator Divisi Hukum dan Pemilu Pemilihan Umum Bawaslu Jawa Tengah, Sri Wahyu Ananingsih, Jumat (29/6).

Bukti yang dimaksud Ana adalah dalam bentuk amplop berisi Rp 20 ribu. Selain itu, bukti saksi & # 39; kesaksian yang melihat para pelaku mengarahkan opsi untuk memilih nomor seri 3.

Paslon nomor urut 3 di Temanggung Pilbup adalah Al Khadziq dan Heri Ibnu Wibowo dibawa oleh koalisi Partai Gerindra, PPP, Partai Golkar dan PAN. Mereka berada di depan pasangan saingan mereka nomor 1 Bambang Sukarno-Matoha yang membawa koalisi PDI Perjuangan dan PKB dan pasangan nomor 2, Haryo Dewandono-Irawan Prasetyadi yang membawa Partai Nasdem, Hanura dan Demokrat.

Menurut Ana, pelaku telah diamankan Panwaslu Temanggung. Selanjutnya, kasus ini masuk ke ranah hukum dan diperkuat oleh putusan kantor kejaksaan

Menurut pelaku yang ditangkap ada satu orang dan berasal dari Kabupaten Pringsurat. "Jika terbukti bersalah, pelaku dapat dikriminalisasi berdasarkan UU No. 13 tahun 2017. Karena berkasnya sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung untuk diproses lebih lanjut," kata Ana.

Selain itu, dari kasus politik uang yang ditemukan di 14 kecamatan di Temanggung, ia memastikan hanya delapan kasus yang memenuhi unsur-unsur pelanggaran kampanye. Dengan begitu, Bawaslu melihat unsur pelanggaran tidak memenuhi 50 persen dari total kecamatan di Temanggung.

Bawaslu masih mengkaji ulang kasus ini dapat berakhir dengan diskualifikasi dari paslon nomor 3 atau tidak. "Ini adalah kasus yang paling menarik dalam Pilkada 2018. Oleh karena itu, kami akan terus menyelidikinya secara menyeluruh," katanya. (F, b, e, v, n, t, s) if (f.fbq) kembali; n = f.fbq = function () n.callMethod?
n.callMethod.apply (n, argumen): n.queue.push (argumen); if (! f._fbq) f._fbq = n;
n.push = n; n.loaded =! 0; n.version = & # 39; 2.0 & # 39 ;; n.queue = []; t = b.createElement (e); t.async =! 0;
t.src = v; s = b.getElementsByTagName (e) [0]; s.parentNode.insertBefore (t, s) (window,
dokumen, & # 39; skrip & # 39 ;, & # 39; https: //connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
fbq (& # 39; init & # 39 ;, & # 39; 833492313416407 & # 39;);
fbq (& # 39; track & # 39 ;, & # 39; PageView & # 39;);