Beranda Nasional Kisruh data Pilwalkot Makassar, KPU Sulsel duga ada form C1 abal-abal

Kisruh data Pilwalkot Makassar, KPU Sulsel duga ada form C1 abal-abal

3
0

Banjarmasinnews.com – Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan untuk Hubungan Masyarakat dan Divisi Informasi, Uslimin mengatakan perbedaan data dan angka hasil penghitungan suara dari pemindaian format C1 di portal infopemilu.kpu.go.id dengan data di lapangan karena ada (19459006), perbedaan data dan angka dalam Aplikasi Sistem Informasi KPU (SITUNG) dengan data lapangan, kami telah menemukan ada indikasi ada yang menyerahkan format C1 secara abal atau berisi data manipulasi kepada operator yang memindai format C1, "Uslimin mengatakan kepada wartawan ketika bertemu di kantornya, Komisi Pemilihan Sulawesi Selatan pada Sabtu (30/6).

Operator, kata Uslimin, menerima formulir C1 untuk dipindai hanya dari PPK bukan dari pihak lain. Jadi kalau ada yang mencurigai data manipulatif tentu dari PPK karena dia yang mengajukan, "katanya.

Dia mengungkapkan, pada Jumat malam (29/6), ketua KPPS dari Desa Bontoduri, Jamaluddin Manda datang ke ruang pusat data KPU Makassar yang berurusan dengan ruang pusat data KPU Sulawesi Selatan di Hotel Clarion, Makassar mengklarifikasi data yang muncul di SITUNG KPU Sulsel. Dia membandingkan data langsung dari PPS dan ternyata banyak perbedaan.

Jamaluddin Manda ini, kata Uslimin, memastikan data yang disiarkan di SITUNG adalah data manipulatif karena itu ia diarahkan untuk segera melapor ke Gakkumdu Bawaslu Makassar antara komisioner KPU Sulawesi Selatan dan Komisi Pemilihan Makassar dengan memasukkan implementasi teknis Kasubag pemilihan KPU Makassar, Nurhaeriyah.

Indikasinya sangat sederhana, kata Uslimin. mulai dari mereka yang menyerahkan format C1 dari TPS ke PPS, dari PPS ke KDP dan seterusnya. diduga seseorang mencoba menyelinap

"Kami telisik, yang dipindai operator adalah data format C1 fotocopian dan itu tidak diperiksa oleh operator. Format C1 yang disetorkan ke operator untuk memindai itu banyak dan tidak diperiksa satu oleh Salah satunya adalah format C1 di Desa Bontoduri yang kepalanya ditulis di rekapitulasi bupati dan wakil bupati sementara di Makassar itu adalah Pilwalkot dengan klip Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi dan kotak kosong, "kata Uslimin. .

Ditambahkan, agar kebisingan tidak berlanjut maka Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, karena di antara laporan dari sejumlah daerah yang melakukan pilkada, dari Makassar itu paling lambat. [bal]