Beranda Nasional Menteri Sri Mulyani minta Ditjen Pajak optimalkan teknologi atasi tantangan terkini

Menteri Sri Mulyani minta Ditjen Pajak optimalkan teknologi atasi tantangan terkini

6
0

Banjarmasinnews.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini memperingati hari pajak dengan menjadi pembina upacara di kantor kantor Direktorat Jendral Pajak, Jakarta . Pada kesempatan itu, Menteri Sri Mulyani meminta para pegawai pajak untuk dan juga negara-negara.

Dia mencontohkan salah satunya dari kebijakan normalisasi dari Amerika Serikat (AS). Membaiknya ekonomi SEBAGAI pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang penuh tantangan.

"Jika pertumbuhan ekonomi kita akan mengubah pajak negara. Maka dari itu akan menjadi lebih besar dari yang ada di Indonesia, untuk itu tugas kita memungut pajak yang lebih besar dalam kata-kata kunci, "kata Menteri Sri Mulyani di Kantor DJP, Jakarta, Sabtu (14/7).

Salah satu yang harus dimaksimalkan dalam menjaga pajak, menurut menkeu, dengan menggunakan teknologi. Sistem pajak yang lebih canggih, dengan teknologi dan juga bisa wajib pajak dalam pajak pajak, pajak yang dapat meningkatkan pajak.

Menemukan penerimaan pajak, Menteri Sri Mulyani mengaku hingga Semester I 2018, mencapai Rp 581,54 triliun. Capaian bulan ini tumbuh sebesar 13,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Realisasi pajak, pajak penghasilan sudah capai 44,5 persen total pajak (Rp 1,424 triliun)," tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Potensi dan Kepatuhan Perpajakan Yon Arsal mengungkapkan, penerimaan dari PPh pasal 21 atau pajak orang pribadi karyawan tumbuh 22 , 23 persen, PPh pasal 22 impor tumbuh 28 persen. Kemudian PPh badan tumbuh 23,9 persen, PPh orang pribadi 20,06 persen dan PPN impor tumbuh 24,29 persen.

"PPh 21 sudah Rp 67,9 triliun, tumbuh 22,32 persen, tahun lalu tumbuh minus 4 persen PPh 22 impor Rp 27,02 triliun, tumbuh 28 persen, tahun lalu 11,35 persen. PPh orang pribadi nilainya Rp 6,98 triliun tumbuh 20,06 persen, tahun lalu 56,3 persen., "Jelas dia. [19659003] "PPh badan Rp 119,9 triliun tumbuh 23,79 persen, tahun lalu 12 persen. PPN dalam negeri Rp 127,18 triliun, tumbuh 9,1 persen, tahun lalu 14 persen. PPN impor Rp 83,86 triliun, tumbuh 24 , 29 persen, tahun lalu 14,25 persen, "imbuh dia.

Sedangkan jika dilihat dari sektor, pertumbuhan terbesar dari sektor pengungsi yang tumbuh sebesar 79,71 persen. Kemudian sektor pertanian 34,25 persen, perdagangan 27,91 persen dan industri pengolahan 12,64 persen.

"Target pertumbuhan kita 23 persen, sekarang sudah 14 persen. Dengan non tax amnesty sekarang 17 persen," tandas dia. [19659003] Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6

[bim]