Beranda Nasional Modus menginap, pemuda tega bunuh sahabat karena pengaruh narkoba

Modus menginap, pemuda tega bunuh sahabat karena pengaruh narkoba

8
0

Banjarmasinnews.com – Penduduk Desa Legok, Kota Jambi tega membunuh teman-teman mereka sendiri di dalam rumah korban. Diduga, para pelaku berada di bawah pengaruh narkoba.

Dikutip dari Antara, Jumat (6/7), kepala kepolisian Telanaipura, Kota Jambi, AKP Teguh Patriot, mengatakan telah mengamankan pelaku yang diketahui bernama Eko Saputra (25) jam setelah membunuh Wahyu (27). Selain Wahyu, Eko juga menganiaya saudari dan ibu korban di lokasi yang sama.

Kejadian yang terjadi pada Jumat (6/7) pagi ini, Wahyu tewas di tempat dengan luka tusukan tajam yang dibawa pelaku Eko malam itu dengan temanya. . Awalnya mereka tinggal di rumah korban RT 14 alamat, Desa Legok, Kecamatan Danau Sipin, Broni, Kota Jambi.

Setelah melakukan penusukan, pelaku melarikan diri. Ibu korban bernama Rohimah (49) dan adik laki-laki Yogi (20) mencoba menangkap dan menangkap pelaku. Sayangnya, pelaku yang masih membawa senjata tajam langsung disiksa hingga cedera.

Eko menduga kemudian kembali ke rumahnya dan setelah beberapa menit kemudian diamankan oleh seorang warga bernama Suwandi. Polisi yang tiba beberapa saat kemudian segera ditangkap

Saksi Diki mengaku telah mencoba menghentikan para pelaku. Namun gagal ketika saudara dan ibu korban yang juga berusaha menangkap pelaku dianiaya oleh Eko dengan senjata tajam yang digunakan oleh pelaku untuk membunuh korban Wahyu.

Teguh mengatakan, saat ini pelaku Eko sedang diselidiki penyelidik Polsek untuk mengetahui motif tindakannya yang sangat ingin membunuh temannya sendiri dan polisi juga akan memberikan korban di rumah sakit untuk mengetahui apakah tersangka sedang menggunakan narkoba atau dalam keadaan tidak sadar.

"Kami masih terus mengembangkan kasus ini, untuk mencari tahu motif tindakan tersangka untuk membunuh nyawa teman-temannya sendiri," kata Kapolsek, Teguh Patriot kepada wartawan di Mapolsek Telanaipura

bertanggung jawab atas tindakannya, Eko Saputra menduga tunduk pada Pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan artikel itu juga dapat berubah sesuai dengan hasil investigasi tersangka apakah atau tidak untuk membunuh tempat.

dan pelakunya sama bertetangga dan rumah mereka juga dekat, tetapi polisi belum dapat mengetahui dengan pasti apa penyebab lain dari kasus ini adalah karena tersangka tidak mengetahui dugaan efek obat yang ditimbulkan. [If (f.fbq) return; n = f.fbq = function () n.callMethod?) (F, b, e, v, n, t, s)
  n.callMethod.apply (n, arguments): n.queue.push (arguments); if (! f._fbq) f._fbq = n;
  n.push = n; n.loaded =! 0; n.version = '2.0'; n.queue = []; t = b.createElement (e); t.async =! 0;
t.src = v; s = b.getElementsByTagName (e) [0]; s.parentNode.insertBefore (t, s)} (window,
dokumen, & # 39; skrip & # 39 ;, & # 39; https: //connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
fbq (& # 39; init & # 39 ;, & # 39; 833492313416407 & # 39;);
fbq (& # 39; track & # 39 ;, & # 39; PageView & # 39;);