Beranda Nasional Pelajar SMA dibacok saat naik motor bertiga, 1 tewas dan 2 kritis

Pelajar SMA dibacok saat naik motor bertiga, 1 tewas dan 2 kritis

6
0

Banjarmasinnews.com – Kejahatan jalanan yang kejam kembali dilakukan di Palembang. Kali ini seorang siswa SMA bernama Deni Setiawan (16) meninggal di tempat dan dua rekannya kritis setelah diretas oleh sekelompok pelaku.

Korban kritis adalah Erlangga Dwi Pangestu (12), siswa SMA yang berlokasi di Jalan Seduduk Putih, Ilir Timur II, Palembang. Dia menderita luka tusukan di kepala dan kakinya.

Kemudian rekannya Saputra (15), seorang siswa SMA yang tinggal di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang. Korban saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Muhammad Hoesin karena luka yang ditikam di leher dan tangan.

Insiden itu terjadi ketika ketiga korban menumpang tiga sepeda motor di Jalan Mayor Zubis Bustam, Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, 9/7) pada pukul 02.00 WIB.

Di tempat kejadian, mereka ditanggung oleh sejumlah pelaku. Tanpa banyak bicara, para pelaku meretas korban Dean dengan parang sampai mati di tempat. Sementara dua rekannya juga diretas karena perlawanan. Para pelaku membawa sepeda motor kabur ke korban Erlangga.

Ayah korban, Zaini (47) mengaku tidak mengira putranya terbunuh sadis. Dia berharap para pelaku dapat ditangkap dan dihukum sebanyak mungkin

"Saya tidak ingin anak saya mati begitu sedih, para pelaku harus dijatuhi hukuman mati juga," kata Zaini, Senin (9/7).

Sementara itu, Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Rivanda mengatakan para pelaku diperkirakan lebih dari enam orang bahkan bisa di atas sepuluh orang. Karena, dari informasi yang didapat sementara, para pelaku mengendarai enam motor

"Itu sudah di TKP dengan kepala polisi Palembang. Jika satu sepeda motor naik dua orang bisa menjadi 12 orang, jika sepeda tiga menjadi 18 orang. Jelas sekali pelaku lebih dari enam orang, "katanya.

Dia mengatakan bahwa kasus itu diduga bukan hanya tindakan pengemis, tapi itu mungkin karena dendam. Karena itu, korban diketahui memiliki musuh pribadi. "Bisa jadi pelaku dan korban saling kenal, apalagi saat kejadian sudah diretas, korban masih dikejar, diretas lagi, kalau tidak normal seperti itu, kabur kabur bawa motor," katanya. .

"Apa pun info yang kami dapatkan akan kami gali terlebih dahulu sambil menunggu orang yang terluka untuk ditanyai," pungkasnya. (F, b, e, v, n, t, s) if (f.fbq) kembali; n = f.fbq = function () n.callMethod?
n.callMethod.apply (n, argumen): n.queue.push (argumen); if (! f._fbq) f._fbq = n;
n.push = n; n.loaded =! 0; n.version = & # 39; 2.0 & # 39 ;; n.queue = []; t = b.createElement (e); t.async =! 0;
t.src = v; s = b.getElementsByTagName (e) [0]; s.parentNode.insertBefore (t, s) (window,
dokumen, & # 39; skrip & # 39 ;, & # 39; https: //connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
fbq (& # 39; init & # 39 ;, & # 39; 833492313416407 & # 39;);
fbq (& # 39; track & # 39 ;, & # 39; PageView & # 39;);