Beranda Nasional PLN resmi salurkan 60 juta VA listrik untuk kebutuhan operasi MRT

PLN resmi salurkan 60 juta VA listrik untuk kebutuhan operasi MRT

6
0

Banjarmasinnews.com – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) secara resmi mendistribusikan pasokan listrik untuk proyek transportasi MRT Jakarta . Catu daya yang didistribusikan oleh PLN untuk memastikan keandalan proyek MRT adalah 60 juta volt ampere (VA).

"PLN secara resmi menghubungkan listrik untuk MRT, pertama didistribusikan ke MRT," kata Direktur Bisnis Daerah Jawa Tengah Amir Rosyidin di sela-sela peresmian distribusi listrik MRT, di stasiun MRT MRT Taman Kesas, Jakarta, Jumat (13 / 7).

Menurut dia, penyaluran pertama akan digunakan untuk kegiatan konstruksi hingga operasi MRT. Listrik dipasok dari gardu induk Pondok Indah dan CSW dan kemudian didistribusikan ke gardu distribusi listrik ( menerima gardu induk / RSS) MRT Jakarta.

"MRT Jakarta menggunakan 150 kilovolt grade dari stasiun distribusi MRT bawah tanah yang disalurkan ke gardu traksi di setiap stasiun untuk memenuhi operasional dan pengoperasian kereta," katanya.

Ia melanjutkan, pasokan listrik fase pertama PLN untuk memenuhi 13 stasiun MRT. Pihaknya yakin, pasokan listrik MRT akan meningkatkan konsumsi listrik PLN. "Di Jawa sendiri, pertumbuhan konsumsi mencapai 5,6 persen. Dari pengoperasian MRT pasti akan meningkatkan konsumsi," jelasnya.

Ia juga menjamin keandalan listrik di Jakarta. Karena pasokan listrik Jakarta dipasok dari empat sistem yaitu gardu Balaraja, gardu induk Bekasi, gardu induk Muara Karang dan Priok, dan gardu Gandul.

Pada kesempatan yang sama, General Manager Distribusi Jakarta Muhamad Iksan Asaad menambahkan, MRT ini adalah layanan premium yang memastikan bahwa PLN menjamin keandalan listriknya

"Jadi kami meminimalkan risiko, yang berarti bahwa PLN akan mengantisipasi tingkat pemadaman listrik yang mungkin, "katanya.

Dia menjelaskan bahwa pasokan listrik MRT adalah 60 juta VA akan digunakan kereta operasional untuk memberi sinyal. Di luar itu, PLN juga akan meningkatkan pasokan untuk operasional 13 stasiun MRT. "Ini untuk kafe, kafetaria dan tempat makan dan transit pembangunan di stasiun," katanya.

Berkaitan dengan harga listrik untuk MRT, yaitu Rp 1.020 per kWh. Harga adalah harga prioritas industri. "Harga ini adalah harga industri, sesuai dengan peraturan pemerintah tentang harga industri yang diberikan insentif," katanya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan MRT Jakarta menggunakan kelas 150 kV. Dari Sambas Park catu daya didistribusikan ke gardu traksi. Perjanjian kerjasama ini telah disepakati antara PLN dan MRT sejak Maret 2015 dengan penerimaan listrik tegangan tinggi dengan kategori 14 perak premium untuk keandalan listrik yang dapat diandalkan

"Untuk pembangunan instalasi gardu induk telah dimulai sejak tahun 2017 lalu hingga selesai Juni 2018 Dengan pasokan ini sirkuit lacak kereta di jalur utama akan segera dilakukan, "katanya.

[bim]