Beranda Nasional Polda DIY buru dalang perusakan kantor PN Bantul

Polda DIY buru dalang perusakan kantor PN Bantul

6
0

Banjarmasinnews.com – Polda DIY menunjuk tiga tersangka atas kasus perusakan di gedung Pengadilan Negeri Bantul (PN). Selain menunjuk tiga tersangka, Polda Yogyakarta masih memburu para intelektual di belakang penghancuran Pengadilan Negeri Bantul.

Direktur Markas Besar Polisi Yogyakarta Polres, Pol Kombes Hadi Utomo mengatakan bahwa berdasarkan pengakuan tiga tersangka sudah diamankan, di Pengadilan Negeri Bantul. Saat ini, Hadi mengatakan pihaknya masih memburu sosok orang yang diperintahkan melakukan penghancuran di PN Bantul.

"Diduga berasal dari satu organisasi massa (rakyat) yang memerintahkannya. Ini masih penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan mengarah ke beberapa orang yang masih belajar lagi," kata Hadi di markas polisi Yogyakarta, Jumat (29 / 6).

Hadi berjanji bahwa pihaknya akan menyelidiki kasus perusakan di Pengadilan Negeri Bantul. Dia mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi tindakan anarkisme.

"Ada orang-orang yang memerintahkan (tersangka), yang hingga sekarang proses penyidikan belum selesai. Saya punya anarkisme saya harus bertindak, "kata Hadi.

Hadi menjelaskan tiga tersangka yang ditangkap di kantor polisi Bantul diancam dengan pasal 170 KUHP tentang penghancuran barang bersama dengan ancaman hukuman 5 tahun dan 3 bulan

"Pasal 170 karena kami tidak menemukan senpi atau senjata tajam Kami sampaikan, semua informasi boleh dari masyarakat tolong sampaikan kepada penyidik ​​nantinya kami belajar jika bisa digunakan sebagai bukti, maka kita akan gunakan, "jelas Hadi.

Hadi menambahkan kepada informan atau tokoh intelektual yang saat ini sedang diselidiki akan dituntut dengan pasal 55 jo pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan kurungan.

Seperti dilaporkan sebelumnya, PN Bantul dirusak oleh anggota organisasi massa pada hari Kamis (28/6). Perusakan ini diduga karena ketidakpuasan atas putusan majelis hakim yang diketuai oleh Subagyo terhadap Ketua Dewan Pemuda Pancasila (MPC) Doni Bimo Saptoto.

Doni dituduh melanggar Pasal 335 ayat 1 KUHP dan dijatuhi hukuman lima bulan penjara dengan sembilan bulan penjara. Putusan itu diberikan oleh majelis hakim karena organisasi massa yang dipimpin oleh Doni membubarkan pameran poster dan lukisan dan diskusi memperingati Hari Pers Internasional yang diadakan Pusham UII pada 8 Mei 2017.

Karena penghancuran sejumlah fasilitas milik PN Bantul rusak. Kerusakan ini termasuk lobby kamar kaca, TV LED yang biasanya untuk menampilkan agenda persidangan, penjaga keamanan meja piket, pengunjung kursi dan pot bunga. (F, b, e, v, n, t, s) if (f.fbq) kembali; n = f.fbq = function () n.callMethod?
n.callMethod.apply (n, argumen): n.queue.push (argumen); if (! f._fbq) f._fbq = n;
n.push = n; n.loaded =! 0; n.version = & # 39; 2.0 & # 39 ;; n.queue = []; t = b.createElement (e); t.async =! 0;
t.src = v; s = b.getElementsByTagName (e) [0]; s.parentNode.insertBefore (t, s) (window,
dokumen, & # 39; skrip & # 39 ;, & # 39; https: //connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
fbq (& # 39; init & # 39 ;, & # 39; 833492313416407 & # 39;);
fbq (& # 39; track & # 39 ;, & # 39; PageView & # 39;);