Beranda Nasional Polisi masih cari 2 orang hilang usai aksi penembakan KKB di Papua

Polisi masih cari 2 orang hilang usai aksi penembakan KKB di Papua

8
0

Banjarmasinnews.com – Polisi masih mencari dua orang hilang selama penembakan oleh kelompok-kelompok kriminal bersenjata (KKB) beberapa waktu lalu. Dalam insiden itu, dua orang belum pulih.

"Hari ke 27 setelah pemungutan suara di Distrik Torere dan sembilan anggota Polri membawa logistik untuk dibawa ke PPK. Di sungai diserang, maka Kadistrik meninggal ketika insiden empat anggota polisi dapat segera menyelamatkan diri, tiga orang selamat. Sehari kemudian di daerah lain yang belum ditemukan oleh dua orang kami masih mencari dengan upaya dari Basarnas, kerjasama dengan TNI dan pemerintah daerah, "kata Kepala Bidang Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasito di Monumen Nasional (Monas), Pusat, Minggu (1/7).

"Orang yang jelas mati satu, anggota masih mencari dua orang belum ditemukan," lanjutnya.

Setyo menegaskan, setelah kejadian terjadi penembakan kembali di beberapa daerah berbeda. Polisi menduga, hal itu dilakukan oleh kelompok yang sama.

"Pelaku kaya yang sama di Nduga," dia menekankan.

Setyo lebih lanjut mengaku, belum mendapat informasi prihal akan berlangsungnya pemilihan umum di wilayah tersebut. Namun dia berharap semuanya berjalan dengan aman dan lancar.

"Saya belum mendapat pembaruan terakhir, diharapkan dalam waktu dekat untuk diimplementasikan," pungkasnya.

Sebenarnya, sejumlah penembakan dilakukan oleh kelompok-kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua belakangan ini. Polisi menduga, serangkaian serangan terhadap pejabat sipil dan sipil dilakukan oleh kelompok yang sama

"Perkiraan kami sama, kelompok (pemimpin) Melodi Enumbi dan Terinus Enumbi," kata Setyo.

Setyo menduga, sebuah pesawat yang membawa logistik personel Pilkada dan Brimob di bandara Kenyam, Distrik Nduga, Papua beberapa waktu lalu.

"Satu kelompok yang dipimpin oleh dua orang, ada pemotretan pesawat, terus menembak pengemudi ojek kemarin, jadi dia mungkin menembak polisi yang membawa kotak suara juga," katanya.

Hingga saat ini, pasukan gabungan TNI-Polri masih terus mengejar kelompok tersebut. Namun, operasi ini dibatasi oleh medan yang berat dan kesulitan komunikasi

"Apa yang kami identifikasi adalah mereka memiliki senjata, beberapa senjata (laras) dan senjata pendek," kata Setyo. [If (f.fbq) return; n = f.fbq = function () n.callMethod?) (F, b, e, v, n, t, s)
  n.callMethod.apply (n, arguments): n.queue.push (arguments); if (! f._fbq) f._fbq = n;
  n.push = n; n.loaded =! 0; n.version = '2.0'; n.queue = []; t = b.createElement (e); t.async =! 0;
t.src = v; s = b.getElementsByTagName (e) [0]; s.parentNode.insertBefore (t, s)} (window,
dokumen, & # 39; skrip & # 39 ;, & # 39; https: //connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
fbq (& # 39; init & # 39 ;, & # 39; 833492313416407 & # 39;);
fbq (& # 39; track & # 39 ;, & # 39; PageView & # 39;);