Beranda Nasional Survei SMRC soal Cawapres: Sri Mulyani dan Said Aqil masuk 5 besar

Survei SMRC soal Cawapres: Sri Mulyani dan Said Aqil masuk 5 besar

7
0

Banjarmasinnews.com – Penelitian dan Konsultasi Saiful Mujani (SMRC) melakukan survei terkait sosok calon wakil presiden berdasarkan opini elit, pemimpin opini dan massa pemilih nasional dengan menitik beratkan pada kualitas pribadi.

SMRC mengambil 22 nama tokoh yang bergulir layak maju di Pilpres 2019. Mereka adalah Agus Harimurti Yudhoyono, Ahmad Heryawan, AirlanggaHartarto, Anies Baswedan, Budi Gunawan, Chairul Tanjung, Gatot Nurmantyo, Grace Natalie, Joko Widodo (Jokowi), M Romahurmuziy, M Sohibul Iman.

Selanjutnya, Yusril Ihza Mahendra, M Zainul Majdi, M Jusuf Kalla, Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto, Puan Maharani, Said Aqil Siradj, Sri Mulyani Indrawati, Syafruddin dan Zulkifli Hasan.

Hasil survei yang dilakukan SMRC itu menunjukkan ada lima nama yang membentuk potensi menjadi presiden wakil presiden (cawapres). Dienjangan, Mahfud MD, Sri Mulyani sampai Said Aqil Siradj.

Survei dilakukan terhadap elit, pembuat opini atau opini pemimpin, dan massa pemilih nasional.

. Para pemimpin opini, setelah Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Ada lima tokoh yang memiliki kualitas pribadi paling tinggi.

Rata-rata rata-rata itu adalah hasil dari kapabilitas, integritas, empati, akseptabilitas, kontinuitas.

Mahfud MD di posisi pertama (7,2), Sri Mulyani di posisi kedua (7), Kata Aqiletak dengan skor 6,3, Kemudian Airlangga Hartarto di posisi keempat (6,1) dan Zainul Majdi (6,1).

CEO Riset SMRC Djayadi Hanan menjelaskan, nama-nama tokoh yang berada di peringkat teratas adalah Joko Widodo, Jusuf Kalla, dan Prabowo Subianto. Namun, orang ketiga itu akan menghabiskan posisi presiden (capres).

Selain itu, para elit elit atas gaya masing-masing tokoh, elit menilai Jokowi merupakan tokoh dengan skor rata-rata tertinggi, dan ada Jusuf Kalla.

Berdasarkan kondisi tersebut, posisi Said Aqil sebagai tokoh agama dalam posisi lima besar, bersama Mahfud MD, Airlangga Hartarto, Chairul Tanjung dan Sri Mulyani.

. Survei tersebut juga menunjukkan nilai dari elit, 'pemimpin opini' dan massa nasional yang masuk dalam japal besar setelah Jokowi, Jusuf Kalla dan Prabowo. Kemudian tokoh-tokoh itu adalah Mahfud MD, Sri Mulyani, Airlangga Hartarto, Zainal Majdi, Said Aqil Siradj, Gatot Nurmatyo, dan Anies Baswedan.

" Tidak ada tokoh atau anggota partai yang masuk ke dalam 5 konstitusi Dari semua tokoh atau ketua partai hanya Airlangga Hartarto yang masuk, dan itu pun hanya menurut p enilaian elite dan pemimpin opini. Tingkat Pemilu Nasional, kualitasnya tidak jauh berbeda dengan tokoh-tokoh partai lain, "kesimpulan survei.

SMRC melakukan survei selama bulan Mei 2018 dengan dana dari dana CSR SMRC, dan total elit yang menjadi responden mencapai 12 orang, pilih politisi, teknokrat senior, intelektual nasional dengan reputasi luas, dan pengusaha papan atas.

Narasumber survei

Elit yang sangat tahu informasi yang tersebar di kalangan terbatas: Politisi dan teknokrat senior, intelektual nasional dengan luas, pengusaha yang masuk kelompok (masuk dalam 50 orang terkaya). Jumlah narasumber 12 orang.

Pemimpin opini: Orang-orang yang banyak ikut bersuara dan membuat opini publik: pengamat, intelektual, atau peneliti yang biasa terekspos ke media massa, para pimpinan redaksi media massa Total nara sumber: 93 orang

Semua warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih yang dip ilih secara acak (Survei Nasional). Total responden 2.206 orang.

Metodologi Survei

Untuk memenuhi kebutuhan tingkat realibilitas bersih atas kualitas tokoh pribadi-tokoh dilakukan studi pada tiga kelompok masyarakat sesuai dengan tingkat sopistikasi informasi mereka:

1) Wawancara dalam kelompok elit: elit politik, sosial keagamaan, teknokrat senior, dan elit ekonomi / pengusaha besar (masuk dalam 50 pengusaha nasional terkaya) Sangat banyak yang masuk ke dalam kelompok ini tetapi dengan akses dan frekuensi yang dapat digali pendapatnya sebanyak 12 orang, dan representasi berbagai kelompok tersebut.

2) Pemimpin Opini dipilih secara bebas orang-orang yang biasa di media massa, intelektual kampus atau lembaga penelitian yang biasa beropini di media massa, pimpinan redaksi atau redaktur media massa senior yang biasa menentukan berita baik di media online, cetak, dan televisi. Jumlah pemimpin opini yang digunakan untuk mengumpulkan tokoh-tokoh itu sebanyak 93 orang dari Jakarta dan beberapa kota besar di Tanah Air.

3) Survei massa massa nasional dilakukan dengan rumus yang sudah biasa kami lakukan. Massa tetap ini sangat penting karena pada akhirnya mereka sama-sama memiliki suara dan menentukan hasil Pilpres. Populasi kelompok ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yaitu mereka yang sudah melakukan 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah. Pengambilan sampel secara acak (multistage random sampling) 2530 responden.

Tingkat respons (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 2206 atau 87,2 persen. Sebanyak 2206 responden yang disebut. Margin of error rata-rata dari survei dengan jumlah sampel sebesar 2,1% pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling). [rnd]