Beranda Nasional Tangkal dampak perang dagang, pemerintah ajak masyarakat cintai produk dalam negeri

Tangkal dampak perang dagang, pemerintah ajak masyarakat cintai produk dalam negeri

7
0

Banjarmasinnews.com – Presiden AS Donald Trump secara resmi melemparkan serangan pertamanya dalam perang dagang dengan memberlakukan tarif pada impor Cina. Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif tambahan hingga $ 500 miliar jika Cina mengambil tindakan dalam bentuk pihak lawan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan dia tidak khawatir tentang dampak perang dagang oleh kedua negara. Meski demikian, ia masih mengantisipasi jika suatu saat nanti bisa berbahaya bagi Indonesia.

"Seberapa besar pengaruhnya? Dampak langsung tidak signifikan tidak signifikan bagi Indonesia, tetapi bagaimana masa depan pasti ada," kata Menteri Enggar (19459005) Jakarta Jumat (13/7) malam.

Menteri Enggar mengatakan bahwa jika AS memberlakukan tarif pada impor Cina, China akan secara otomatis mencari pasar baru. Salah satu pasar potensial adalah Indonesia. Dengan demikian, dikhawatirkan bahwa produk-produk dari produk-produk negara akan membanjiri Indonesia

"Itulah produk pertama produk RRC yang masuk ke Amerika Serikat dikenakan biaya tinggi maka ia pasti akan menemukan pasar baru Salah satu potensi pasar adalah Indonesia, "tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Menteri Enggar, untuk mengatasinya salah satu upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas harga produk dalam negeri. "Kami tidak bisa berhenti, tidak ada entri yang tidak bisa masuk, yang bisa kami lakukan lebih mendidik bagi kami untuk menggunakan produk dalam negeri," katanya.

Kemudian, dampak lain yang mungkin adalah pertumbuhan ekonomi dunia yang memiliki potensi untuk melambat. "Perlambatan ekonomi secara keseluruhan pasti akan mencapai titik itu, yang berarti satu tantangan lagi bagi kami untuk mempertahankan kinerja ekspor kami di tengah situasi ekonomi yang melambat dapat memiliki efek melambat. Ini adalah konsekuensi logis dari setiap kondisi seperti itu terjadi," katanya.

[bim]