Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Mengembirakan

1 bulan lalu 28

BANJARMASIN – Pada Februari 2022, kondisi perekonomian Kalsel memperlihatkan prospek pemulihan perekonomian yang terus berlanjut. Dalam periode triwulan pertama tahun 2022, aktivitas perekonomian masyarakat pada bulan Februari 2022 masih menunjukkan pengaruh pertumbuhan ekonomi regional secara tahunan maupun triwulanan yang cukup menggembirakan. Sementara, peningkatan kasus aktif Covid-19 di Kalsel pada bulan Februari 2022 menunjukkan peningkatan yang cukup siginifikan walaupun kasus aktif masih lebih rendah 3,48 persen dari pada rata-rata kasus nasional yang mencapai 7,77.

“Ini menandakan kondisi perekonomian di Kalsel sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Walaupun pandemi Covid-19 di Kalsel masih terbilang mengancam, namun tak berdampak buruk terhadap perekonomian Kalsel secara umum,” ujar Sulaimansyah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kalsel, Senin (28/3).

Ditambahkan Sulayman, masih tingginya harga beberapa komoditi ekspor, terutama batubara dan CPO menjadi penopang utama pertumbuhan perekonomian Kalsel pada bulan Februari 2022. “Hal tersebut sangat kondusif terhadap kondisi fiskal Kalsel pad awal tahun 2022 ini. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun yang lalu, maka menunjukkan kondisi awal tahun ini yang lebih baik,” tambahnya.

Hal tersebut tampak dari jumlah pendapatan negara yang berhasil dihimpun selama bulan Februari 2022 yang menunjukkan angka sebesar Rp.1,97 Triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 73,17 persen dari periode yang sama tahun yang lalu dengan selisih lebih tinggi sebesar Rp833,33 miliar. “Sementara itu, di sisi belanja negara pada bulan Februari 2022 di Kalsel sudah dicairkan dana sebesar Rp3,07 triliun. Angka realisasi belanja tersebut lebih rendah Rp205,34 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 atau turun sebesar 24,08 persen,” tandasnya.(oza)

BANJARMASIN – Pada Februari 2022, kondisi perekonomian Kalsel memperlihatkan prospek pemulihan perekonomian yang terus berlanjut. Dalam periode triwulan pertama tahun 2022, aktivitas perekonomian masyarakat pada bulan Februari 2022 masih menunjukkan pengaruh pertumbuhan ekonomi regional secara tahunan maupun triwulanan yang cukup menggembirakan. Sementara, peningkatan kasus aktif Covid-19 di Kalsel pada bulan Februari 2022 menunjukkan peningkatan yang cukup siginifikan walaupun kasus aktif masih lebih rendah 3,48 persen dari pada rata-rata kasus nasional yang mencapai 7,77.

“Ini menandakan kondisi perekonomian di Kalsel sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Walaupun pandemi Covid-19 di Kalsel masih terbilang mengancam, namun tak berdampak buruk terhadap perekonomian Kalsel secara umum,” ujar Sulaimansyah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kalsel, Senin (28/3).

Ditambahkan Sulayman, masih tingginya harga beberapa komoditi ekspor, terutama batubara dan CPO menjadi penopang utama pertumbuhan perekonomian Kalsel pada bulan Februari 2022. “Hal tersebut sangat kondusif terhadap kondisi fiskal Kalsel pad awal tahun 2022 ini. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun yang lalu, maka menunjukkan kondisi awal tahun ini yang lebih baik,” tambahnya.

Hal tersebut tampak dari jumlah pendapatan negara yang berhasil dihimpun selama bulan Februari 2022 yang menunjukkan angka sebesar Rp.1,97 Triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 73,17 persen dari periode yang sama tahun yang lalu dengan selisih lebih tinggi sebesar Rp833,33 miliar. “Sementara itu, di sisi belanja negara pada bulan Februari 2022 di Kalsel sudah dicairkan dana sebesar Rp3,07 triliun. Angka realisasi belanja tersebut lebih rendah Rp205,34 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 atau turun sebesar 24,08 persen,” tandasnya.(oza)

Lanjut Baca