oleh

Kemuliaan Malam Lailatul Qadar Berdasarkan Tafsir Surah Al-Qadr

-Religi

Banjarmasinnews.com – Tak terasa saat ini kita sudah memasuki 10 malam terakhir dibulan Ramadhan 1441H. Di sepuluh malam terakhir inilah terdapat satu malam yang apabila kita mendapatinya maka setara dengan 1000 bulan atau sekitar 83 atau 84 tahun.

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang diberikan Allah khusus untuk umat Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam. Lalu apa istimewanya malam tersebut dibandingkan dengan malam-malam lainnya?

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Qadr. Dan tahukan kamu apa malam Qadr itu? (yaitu) malam Qadr itu lebih baik dari malam seribu bulan. Pada malam itu, turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.”

Ayat-ayat di atas menjelaskan beberapa alasan yang membuat malam lailaltul Qadar begitu istimewa di antara malam lainya. Pada malam itu, Allah Swt menurunkan Al-Qur’an secara menyeluruh dari lauhil mahfudz ke langit dunia. Kemudian, Al-Qur’an tersebut disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril secara berangsur-angsur selama 23 tahun.

Selanjutnya dalam surah tersebut dijelaskan bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan itu menunjukkan jumlah yang banyak, bukan terbatas pada bilangan seribu. Hal ini menunjukkan bahwa kasih sayang Allah SWT kepada kita, umat yang tidak memiliki umur sepanjang umat-umat sebelumnya, untuk memperoleh amalan kebaikan yang melimpah, yang tentunya tidak kalah dengan amalan kebaikan umat sebelumnya yang memiliki umur yang panjang.

Kemudian dijelaskan juga dalam ayat selanjutnya bahwa para malaikat turun ke muka bumi, Imam al-Qurthubi menjelaskan, bahwa turunnya malaikat ke muka bumi, untuk mengaminkan doa-doa orang yang berdoa pada malam tersebut.

Diakhir surat Allam menutupnya dengan berfirman

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (سورة القدر: 5)

“Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 5)

Pada malam tersebut tidak ada keburukan di dalamnya, dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar. Pada malam tersebut, terus berlanjut turun kebaikan, keberkahan, dan para malaikat yang membawa rahmat dari Allah Swt untuk hambanya yang taat, hingga terbitnya fajar.

Ada beberapa penafsiran apa yang dimaksud dengan kata Salam pada ayat tersebut. Di antaranya ialah: Pertama, Salam di sini ialah salamnya para malaikat kepada orang-orang yang taat kepada Allah Swt pada malam Lailatul Qadar. KeduaSalam di sini ialah selamatnya dari kekurangan, maksudnya ialah ibadah pada malam ini tidak mengandung kekurangan di dalamnya, dikarenakan kebaikan yang terkandung di dalamnya lebih baik daripada seribu bulan. Ketiga, Salam yang berarti keselamatan malam tersebut dari kejahatan setan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *