by

Benarkah Zoom Berbahaya Untuk Keamanan Penggunanya

Banjarmasinnews.com – Pemberlakuan pemerintah agar para karyawan baik instansi pemerintahan maupun swasta bekerja dirumah membuat masyarakat mencari cara agar bisa melaksanakan kebijakan work from home (WFH).

Salah satu kebutuhan yang paling mendasar adalah, bagaimana caranya agar tetap terhubung dengan teman, relasi maupun pimpinan dikantor.

Sebagian besar dari mereka memanfaatkan zalah satu aplikasi yang disebut Zoom. Bahkan, pejabat pemerintah pun menggunakan Zoom untuk berkomunikasi dengan jajaran menterinya.

Meskipun dikenal dengan penggunaan aplikasinya yang mudah ternyata Zoom memiliki beberapa masalah keamanan.

Seperti diberitakan oleh salah satu media ternama, The Intercept, bahwa aplikasi ini ternyata tidak melakukan enkripsi dalam panggilan video yang dilakukan pengguna. Hal ini juga dikonfirmasi oleh juru bicara dari Zoom itu sendiri. Menurutnya, sistem keamanan Zoom hanya mengandalkan protokol Transport Layer Security (TLS). “Saat ini, tidak memungkinkan untuk menghadirkan enkripsi end-to-end untuk panggilan video Zoom. Zoom menggunakan kombinasi TCP dan UDP sebagai pengamanan. TCP dibuat berdasarkan protokol TLS,” ungkap juru bicara Zoom.

Tidak hanya itu, masalah keamanan Zoom juga diinformasikan bisa membocorkan alamat email dan foto milik pengguna kepada orang asing.

Melansir dari halaman Motherboard, setidaknya ada ribuan pengguna Zoom yang terkena dampak. Masalah tersebut berawal dari menu setelan “Company Directory”.

Setelan yang memungkinkan pengguna Zoom untuk mengelompokkan daftar kontak yang menggunakan email dari domain yang sama.

Sebenarnya, sistem ini dibuat agar membantu penggunanya agar lebih mudah untuk menemukan koleganya ketika mereka memilki domain email perusahaan individual yang sama.

Tetapi, kebocoran terjadi saat sejumlah pengguna yang menggunakan alamat email pribadi, juga turut dikelompokkan bersama ribuan orang lainnya seolah-olah mereka bekerja untuk perusahaan yang sama.

Selain masalah tersebut, Zoom juga memiliki kebijakan privasi yang kontroversial. Sebelum kemudian diubah beberapa waktu lalu, kebijakan tersebut memungkinkan Zoom untuk menyimpan segala bentuk informasi yang ada pada saat panggilan video dilakukan.

Mengenai hal tersebut juru bicara Zoom mengkonfirmasi bahwa mereka telah melakukan perbaikan pada pembaruan kebijakan privasi penggunanya. (Ril)