Beranda Sepakbola mencemooh Domagoj Vida di Luzhniki

mencemooh Domagoj Vida di Luzhniki

7
0





Moskow – Bek Kroasia Domagoj Vida pantas diacungi jempol untuk penampilannya di semifinal Piala Dunia 2018. Sepanjang pertandingan, Vida harus bermain di bawah tekanan publik yang mengejeknya. Apa yang terjadi?

Vida berpasangan dengan Dejan Lovren sebagai duet di jantung pertahanan Kroasia selama turnamen, termasuk melawan Inggris di Stadion Luzhniki pada Kamis (2011/07/12), dalam lomba untuk final.

Setelah melewati 120 menit, Kroasia akhirnya dapat maju ke final dan menantang Prancis akhir pekan ini. Skor akhir adalah 2-1 untuk kemenangan Kroasia.


Vida sepanjang pertandingan hanya membuat satu duel udara dan dua tekel yang sukses, jauh lebih sedikit daripada Lovren. Namun, Vida bisa dikatakan bermain dengan tenang selama pertandingan dan jarang memprovokasi lawan.

Meskipun melihat catatannya musim lalu dengan Besiktas, Vida mengumpulkan delapan kartu kuning dan satu kartu merah. Belum lagi tekanan yang dilakukan penonton kepadanya sepanjang waktu, di mana Vida selalu dicemooh setiap kali bola. Mungkin cemoohan itu dilancarkan oleh pendukung lokal yang menonton pertandingan.

Ini terkait dengan perayaan Vida setelah Kroasia menyingkirkan tuan rumah Rusia di perempat final dalam adu penalti. Dalam video viral, Vida berteriak & # 39; Kemuliaan bagi Ukraina & # 39 ;, sebelum staf pelatih Kroasia dan mantan rekan setimnya Ognej Vukojevic menambahkan "kemenangan ini bagi Dynamo dan Ukraina … maju Kroasia."

Keduanya telah bermain bersama di Dynamo Kiev dan video tersebut dianggap beberapa orang sebagai bentuk penghinaan terhadap Rusia, mengingat bahwa Ukraina pernah menjadi bagian dari Uni Soviet.

Atas insiden itu, Vida telah diberi peringatan oleh FIFA sementara Vukojevic dipulangkan ke kampung halamannya. Sementara itu, Vida telah mengklarifikasi melalui surat kabar Rusia, Sport Express, bahwa video itu hanya pesan pribadi kepada temannya di Kiev.

Namun, ketika beberapa media internasional termasuk detikSport mencoba mengkonfirmasi dalam bahasa Inggris di zona campuran setelah pertandingan kontra Inggris, Vida lolos begitu saja. Padahal Vida sebelumnya melayani wawancara tetapi di Kroasia.

(mrp / din)