Beranda Teknologi BMKG: Tak Perlu Khawatir Suhu Udara Dingin atau Viral Aphelion

BMKG: Tak Perlu Khawatir Suhu Udara Dingin atau Viral Aphelion

8
0

Banjarmasinnews.com, Jakarta – Deputi Bidang Klimatologi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Herizal mengatakan masyarakat tak perlu cemas terhadap informasi yang menjadi viral soal kaitan penurunan suhu udara di Indonesia dengan aphelion.

Herizal menyampaikan bahwa fenomena aphelion tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan suhu di Indonesia. “Diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap informasi yang menyatakan bahwa akan terjadi penurunan suhu ekstrem di Indonesia akibat dari aphelion” kata dia, Jumat 6 Juli 2018.

Baca : Viral Aphelion Penyebab Suhu Dingin Indonesia, Ini Kata Astronom

Fenomena suhu dingin malam hari dan embun beku di lereng pegunungan Dieng misalnya, kata Herizal lebih disebabkan kondisi meteorologis dan musim kemarau yang saat ini tengah berlangsung.

Pada saat puncak kemarau, memang umumnya suhu udara lebih dingin dan permukaan bumi lebih kering. “Pada kondisi demikian, panas matahari akan lebih banyak terbuang dan hilang ke angkasa” ucap dia.

Menurut Herizal hal inj menyebabkan suhu udara musim kemarau lebih dingin daripada suhu udara musim hujan. Selain itu kandungan air di dalam tanah menipis dan uap air di udara pun sangat sedikit jumlahnya yang dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara. 

“Pada kondisi puncak kemarau saat ini di Jawa, beberapa tempat yang berada pada ketinggian, terutama di daerah pegunungan, diindikasikan akan berpeluang untuk mengalami kondisi udara permukaan kurang dari titik beku 0 derajat Celcius,” dia menjelaskan.

Simak juga : Dishub DKI Minta Aplikasi Ojek Online di Kawasan Tertentu Dimatikan

Hal itu disebabkan molekul udara di daerah pegunungan lebih renggang dari pada dataran rendah sehingga sangat cepat mengalami pendinginan, lebih lebih pada saat cuaca cerah tidak tertutup awan atau hujan.

Uap air di udara kata Herizal akan mengalami kondensasi pada malam hari dan kemudian mengembun untuk menempel jatuh di tanah, dedaunan atau rumput. Air embun yang menempel dipucuk daun atau rumput akan segera membeku yang disebabkan karena suhu udara yang sangat dingin, ketika mencapai minus atau nol derajat.

“Di Indonesia, beberapa tempat pernah dilaporkan mengalami fenomena ini, yaitu daerah dataran tinggi Dieng, Gunung Semeru dan pegunungan Jayawijaya, Papua,” tuturnya soal penurunan suhu udara, terkait informasi aphelion yang kadung menjadi viral.