Beranda Teknologi Ini Saran Peneliti LIPI Jika Bertemu Ikan Arapaima Gigas

Ini Saran Peneliti LIPI Jika Bertemu Ikan Arapaima Gigas

12
0

Banjarmasinnews.com – Penemuan ikan Arapaima Gigas di sungai Brantas, Sidoarjo, Surabaya, dewasa tinggi orang dewasa tersebar di sejumlah warga di Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Senin (25/06) / 2018). [19659002] Akibatnya, topik penemuan itu ramai dibicarakan di media massa dan dunia maya. Oleh karena itu, ikan termasuk kategori predator ikan air tawar yang berbahaya bagi fauna akuatik asli Indonesia.


Ikan Arapaima di Indonesia / Riska Darmawanti


peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ketika Anda menemukan jenis ikan ini lagi? Mari kita lihat penjelasan berikut.


Dua peneliti dari Pusat Penelitian Biologi LIPI yaitu Dr. Renny Kurnia Hadiaty dan Dr. Haryono menyarankan beberapa hal terkait penemuan ikan Arapaima Gigas dan juga jika perjumpaan lagi


"Peraturan larangan masuk Arapaima Gigas ikan ke perairan Indonesia telah dilaksanakan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada tahun 2014. Harus segera dilakukan sosialisasi kepada pelaku, dan penjaga ikan hias dan segera diterapkan, dikenakan sanksi bagi pelanggar aturan ini, "kata Renny.


Haryono menghubungkan, publik di masa depan ketika ikan bertemu lagi di perairan umum untuk ditangkap. "Ikan segera dikeluarkan dari perairan. Daging bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar karena di negara asalnya bahkan daging ikan ini bisa dikonsumsi," katanya.


Kemudian, kedua peneliti LIPI juga menjelaskan tentang seluk-beluk ikan Arapaima Gigas ini. Ikan Arapaima Gigas adalah salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki bentuk unik. Ini membuat siapapun tertarik dengan jenis ikan yang satu itu.


Tapi ikan Arapaima Gigas cukup berbahaya. Khusus untuk ikan asli Indonesia karena merupakan karnivora / predator, makanannya berupa jenis ikan lain, krustasea, katak, burung yang ditemukan di sekitar permukaan air.


Keberadaan Arapaima Gigas ketika memasuki perairan umum Indonesia akan sangat berbahaya bagi fauna akuatik Indonesia.


Ikan dapat menjadi pesaing untuk ikan asli baik dalam pemanfaatan makanan dan ruang, ketika ukurannya sama dengan ikan asli. Namun, mengingat ukurannya bisa mencapai 3-4 meter dengan berat ratusan kilogram, tentu saja bisa menghabiskan fauna akuatik asli di perairan manapun.


Abapa kelangsungan hidup Arapaima Ikan Gigas di perairan umum sangat baik, meskipun kondisi airnya tidak bagus karena ikan ini dapat mengambil oksigen langsung dari udara.


Struktur Gill hanya berfungsi saat masih remaja (remaja). Seiring dengan pertumbuhan ikan, insang mengalami transisi paru primitif yang memungkinkan ikan ini beradaptasi di lingkungan yang buruk dan tingkat oksigen yang rendah sekalipun.


  Arapaima / Wildlife Society
Arapaima / Wildlife Society


Hal lain adalah induk Arapaima Gigas memiliki pola pengasuhan, laki-laki dan perempuan bekerja sama untuk membuat lubang dengan lebar sekitar 50 cm dan kedalaman 20 cm. Wanita akan bertelur yang dapat mencapai 50.000 telur di dalam lubang. Kemudian, jantan membuahi telur dan telur juga dijaga dengan baik oleh jantan.


Selain itu, warna kepala ikan ini menjadi lebih gelap untuk melindungi kehadiran junvenil yang baru menetas. Setelah anak-anak cukup besar, lembu jantan berwarna lebih cerah dan berenang menjauh dari mereka.


Di negara asalnya, Brasil, ikan Arapaima Gigas telah menangkap ikan secara berlebihan. Dengan demikian, pemerintah Brasil telah melarang menangkapnya sejak tahun 2001, tetapi penangkapan ikan ilegal terus diprediksi menurun.


Menurut Pusat Pengawasan Konservasi Dunia, ikan ini telah dimasukkan dalam Daftar Merah IUCN Spesies Tenggorokan 1996, meskipun IUCN belum menetapkan status karena kurangnya data rinci tentang status populasi.


Arapaima Gigas juga telah dimasukkan dalam daftar Konvensi Perdagangan Internasional di Terancam Punah (CITES) dan milik Appendix II, yang berarti bahwa ikan dari spesies ini belum punah namun harus dikontrol oleh perdagangannya untuk mencegah hal-hal yang berdampak keberlanjutan, keberadaannya di alam.


Arapaima Gigas dinamai oleh orang lokal pirarucu di sepanjang Sungai Amazon yang berarti ikan merah. Penamaan ini didasarkan pada jet kemerahan dari sisik ke ekor dan juga warna oranye kemerahan dari filet daging.


Ikan ini adalah ikan air tawar endemik Sungai Amazon yang dijelaskan oleh seorang dokter dan naturalis dari Swiss, Prof. Dr. Heinrich Rudolf Schinz. Ikan ini diterbitkan pada tahun 1822.


Ikan Arapaima Gigas berasal dari lembah Amazon (DAS), Brasil. Selain itu, ikan ini juga ditemukan di negara lain di sepanjang Sungai Amazon lainnya, yaitu Kolombia, Equador, Guyana, dan Peru.