Beranda Teknologi Sayonara Robot Asimo – otomotif Tempo.co

Sayonara Robot Asimo – otomotif Tempo.co

6
0

Banjarmasinnews.com, Jakarta – Robot humanoid buatan Honda Motor Company, Asimo, cukup populer dalam 20 tahun terakhir. Sayangnya, robot cerdas dan lucu yang ramah bakal pensiun. Pengembangannya dihentikan.

Kabar bagusnya, teknologi yang melambungkan Asimo akan terus dikembangkan. Salah satunya adalah teknologi self balancing yang pada awal tahun ini diaplikasikan di sepeda motor honda. Teknologi ini berfungsi untuk menjaga sepeda motor tegak lurus dengan kecepatan di bawah 5 kilometer per jam.

Baca: Tokyo Motor Show 2017: Inilah Pengembangan Robot Honda Asimo

Robot humanoid Honda Asimo mulai dikembangkan pada tahun 1986. Robot yang beberapa kali datang ke pameran otomotif di Indonesia memulai debutnya pada tahun 2000. Dalam 20 tahun terakhir Honda telah melahirkan 7 versi robot Asimo.

Versi paling mutakhir diperkenalkan pada tahun 2011. Robot ini memiliki dimensi yang menyerupai manusia dengan ketinggian 1,2 meter, berat 49 kilogram, dan sanggup berlari dengan kecepatan 9 kilometer per jam.

Meski Asimo pensiun, tapi teknologi yang berkontribusi pada beragam inovasi terus dikembangkan. Tahun ini, Honda meluncurkan empat robot baru yang diambil dari teknologi Asimo, seperti ATV otonom dan kursi roda robotik yang mampu digunakan di dalam dan luar ruangan.

Baca: Robot Buatan Honda RoboCas Bisa Melayani Manusia

Selain itu tim pengembangan robot Asimo kini dialihkan ke bagian lain seperti mengembangkan teknologi mobil otonom Honda dan mengembangkan perangkat rehabilitasi terapi fisik menggunakan teknologi berjalan Asimo. Teknologi yang menggerakkan kaki melalui penggunaan motor diharapkan dapat membantu pasien lanjut usia atau cacat.

Tetapi bukan berarti Honda menyerah pada pembuatan robot. Menurut Nikkei Asian Review tim inti pengembangan Asimo dilahirkan kembali sebagai R & D Center X. Tim baru ini akan memimpin strategi robot perusahaan. Mereka bisa mengembangkan Asimo 2.0 beberapa tahun ke depan.

NIKKEI ASIAN REVIEW