Tunggu Laporan Keberadaan TKI Kalsel di Ukraina

2 bulan lalu 41

BANJARBARU – Pemerintah telah memulangkan puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI yang bekerja di Ukraina, buntut terjadinya serangan dari Rusia. Namun, hingga kini belum ada laporan terkait keberadaan TKI asal Kalsel di sana.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banjarbaru Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah pun kini sedang menunggu kabar dari pusat, apakah ada TKI asal Kalsel yang ikut terjebak di Ukraina.

“Kalau ada, biasanya akan diinformasikan BP2MI pusat ke kami. Tapi sampai sekarang belum ada,” kata Kepala UPT BP2MI Banjarbaru, Amir Hakim Abdi Sihotang, kemarin.

Berdasarkan informasi yang dia terima, TKI yang ditemukan di wilayah perang Ukraina berasal dari Sumatera, Jawa dan Bali. “Ada yang masih tertahan. Ada juga yang sudah dipulangkan,” ujarnya.

Amir menyebut, PMI di Ukraina sebagian besar berangkat dari Indonesia melalui jalur non prosedural. Sehingga tidak terdata oleh BP2MI. “Oleh karena itu, kami hanya bisa menunggu terkait keberadaan TKI Kalsel di Ukraina,” sebutnya.

Dia berharap, semua PMI di luar negeri kondisinya baik-baik saja. Khususnya PMI dari Kalsel. “Kami selalu berkoordinasi dengan BP2MI pusat terkait keberadaan PMI kita,” paparnya.

Sebelumnya, pemerintah telah memulangkan puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Ukraina. Kebanyakan dari mereka yang dievakuasi, bekerja sebagai spa terapis dan berasal dari Bali.

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memastikan puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut telah tiba di tanah air bersama dengan rombongan warga negara Indonesia lainnya.

“Di antara 80 orang warga negara Indonesia ada 30 pekerja migran Indonesia yang dievakuasi dari Ukraina,” kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam konferensi pers virtual di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lanjut Baca