Viral Isi Token Listrik Rp 50 Ribu Dapatnya 3.600, PLN Buka Suara

3 bulan lalu 18

Jakarta -

Heboh di media sosial video pembelian token listrik PLN seharga Rp 50 ribu. Namun yang tertera hanya 3.600. Dalam video itu disebutkan jika pembeli mengeluh tak sesuai dengan harga yang dibayar.

PLN buka suara, jika memang membeli token listrik itu tak sama dengan pulsa untuk telepon seluler.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi mengungkapkan jika angka yang terdapat di kWh meter besarannya bukanlah rupiah, melainkan kWh (kilowatt hour).

Tidak seperti membeli pulsa telepon selular, pengisian token listrik prabayar PLN dikonversikan ke dalam kilowatt hour (kWh) sesuai tarif listrikyang berlaku, bukan dalam nominal rupiah. Hal ini pun kerap menjadi pertanyaan tentang berapa besaran kWh yang diperoleh dari nominal rupiah yang dibayarkan pelanggan.

"Perlu dipahami bahwa angka yang terdapat di kwh meter besarannya bukan rupiah, melainkan kWh. Pelanggan juga bisa menghitung sendiri berapa kWh yang didapat atas pembelian token prabayar," terang Agung.

Langkah pertama yaitu dengan mengetahui patokan tarif listrik per kWh. Misalnya, tarif listrik bagi 13 pelanggan nonsubsidi. Hingga Februari 2022, patokan tarif listrik pelanggan nonsubsidi yaitu:

1. RI 900 VA (RTM) Rp. 1.352/kwh

2. RI 1.300 VA Rp. 1.444/kwh

Lanjut Baca