Viral Kementerian Pendidikan Libya Typo Ubah 'Omicron' Jadi 'Macron'

3 bulan lalu 29

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, TRIPOLI - Ini bukan kali pertama varian baru virus corona (Covid-19) menyebabkan kebingungan diantara mereka yang tidak terbiasa menggunakan bahasa Yunani.

Bahkan sebutan varian tersebut dianggap sebagai karakter terkenal yang namanya 'sangat mirip'.

Baca juga: Putra Muammar Khadafi Gagal Jadi Presiden Libya, Terganjal Catatan Kejahatan Perang

Baca juga: Puncak Varian Omicron Bisa 300 Ribu Sehari, Kasus Covid-19 di Tangerang-Bekasi Lampaui Puncak Delta

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (7/2/2022), Kementerian Pendidikan Libya mengeluarkan dekrit baru-baru ini yang meminta sekolah untuk mengumumkan masa karantina pada 3 hingga 10 Februari 2022, karena lonjakan kasus Covid-19 di seluruh negeri.

Namun kementerian itu ternyata melakukan kekeliruan dengan memasukkan kesalahan ketik saat merujuk pada nama varian baru virus itu.

Sehingga membuat viral kebijakan tersebut, yakni menyebut varian Omicron yang dinamai dari huruf ke-15 dalam alfabet Yunani, dengan 'Macron'.

Secara tidak sengaja, kesalahan ketik ini merujuk pada nama Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Lanjut Baca